Tampilkan postingan dengan label SMA-MA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMA-MA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan HOST

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan HOSTPengembangan model pembelajaran di kurikulum 2013 revisi 2017 telah meningkatkan model pembelajaran yang memadukan metode Quantum dan HOTS diharapkan dapat menyenangkankan para siswa dalam proses belajar mengajar. Pengembanagan Model Pembelajaran Quantum Teaching dengan Kemampuan HOTS (higher order thinking skills)  yang digabungkan bertujuan untuk memberi kesan menyenangkan dalam pembelajaran dan memberi  kesempatan kepada peserta didik agar mampu untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta yang dikebangkan oleh guru sesuai dengan karakteristiknya.

Berikut ini kami kutip dari buku, Model-Model Pembelajaran, 2017, Direktorat Pembinaan SMA adalah sebagai berikut:

Model Pembelajaran Quantum Teaching
Quantum Teaching merupakan proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan. Pembelajaran Quantum Teaching mencakup petunjuk untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif merancang pengajaran, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar. Quantum Teaching merupakan suatu proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan membuat proses tersebut menjadi lebih menyenangkan. Cara ini memberikan sebuah gaya mengajar yang memberdayakan siswa untuk berprestasi lebih dari yang dianggap mungkin. Juga membantu guru memperluas keterampilan siswa dan motivasi siswa, sehingga guru akan memperoleh kepuasan yang lebih besar dari pekerjaannya. 


Langkah-langkah pembelajaran Quantum Teaching

1. Tumbuhkan
Guru membuat pertanyaan tentang kemampuan siswa dengan memanfaatkan pengalaman siswa dan mencari tanggapan, manfaat serta komitmen siswa. Guru membuat strategi dengan melakukan aplikasi ataupun cerita tentang pelajaran yang bersangkutan.

2. Alami
Guru memanfaatkan pengetahuan dan keingintahuan siswa berdasarkan pengalaman siswa dan mampu mengasah otak siswa agar dapat menyelesaikan masalah. Siswa dapat memahami informasi ataupun kegiatan serta memanfaatkan fasilitas yang ada sesuai dengan kebutuhan 

3. Namai
Pemberian nama (simbol-simbol) ataupun identitas dan mendefinisikan suatu pertanyaan. Guru mengajarkan konsep, keterampilan berpikir, dan strategi belajar dengan menggunakan gambar, warna, alat bantu, kertas atau alat yang lainnya. Siswa dapat mengetahui informasi, fakta, rumus, pemikiran, tempat dan sebagainya berdasarkan pengalaman agar pengetahuan tersebut berarti.

4. Demonstrasikan
Guru memberi peluang untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan siswa ke dalam pembelajaran yang lain dan ke dalam kehidupannya. Siswa dapat memperagakan atau mengaplikasikan tingkat kecakapannya dengan pelajaran.

5. Ulangi
Guru mengulangi hal-hal yang kurang jelas bagi siswa. Siswa dapat dengan mudah memahami dan mengetahui pelajaran tersebut. Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengajarkan pengetahuan kepada siswa yang lain.

6. Rayakan
Mengadakan perayaan bagi siswa akan mendorong siswa memperkuat rasa tanggung jawab dan mengamati proses belajar sendiri. Perayaan tersebut akan mengajarkan siswa mengenai motivasi belajar, kesuksesan, langkah menuju kemenangan. Pujian yang didapatkan akan mendorong siswa agar tetap dalam keadaan bersemangat dalam proses belajar mengajar.

Pengembangan Kemampuan HOTS melalui Model Pembelajaran
Pembelajaran yang disajikan sebaiknya dapat memotivasi siswa untuk berfikir kritis, logis, dan sistematis sesuai dengan karakteristik tiap mata pelajaran, serta memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills atau HOTS). Berdasarkan kategori tingkat berpikir yang dikemukakan oleh Anderson, dkk (2001), ada kemampuan berpikir yang lebih tinggi yang harus dikuasai oleh peserta didik yaitu kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Oleh sebab itu, guru dianjurkan untuk mendorong siswanya memiliki kemampuan tersebut dengan menyajikan pembelajaran yang variatif serta pemberian materi yang “tidak biasa” yang dikembangkan dari pasangan KD pada KI 3 dan KD pada KI4 melalui pengembangan dan penggunaan model pembelajaran yangs sesuai. Karakteristik pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir HOTS, antara lain sebagai berikut.

Langkah-langkah Pembelajaran HOTS

1) Mengundang peran aktif siswa.
2) Mendorong aktivitas fisik dan mental siswa lebih tinggi.
3) Mendorong kreatifitas peserta didik memecahkan masalah dan menemukan solusi.
4) Terbuka peluang bagi siswa menggunakan teknik, media, dan peralatan yang beragam.
5) Siswa menggunakan pengetahuan, emosi, keterampilan, dan ekspresi lainnya dari sudut pandang beragam.
6) Pengetahuan yang dikembangkan pada dimensi konseptual dan procedural yang mendorong tumbuhnya keterampilan metakognitif.
7) Didesain dalam kondisi nyata/hampir nyata, situasi baru yang terduga, hingga situasi baru yang tak terduga.

Berikut contoh kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada matapelajaran Kimia kelas X pada pasangan KD 3.8 dan 4.8 menggunakan model discovery learning.
3.8 Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya
4.8 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan melalui perancangan dan pelaksanaan percobaan.

1. Memberi stimulus (Stimulation)
  Guru menyajikan bahan kajian berupa gambar dan video orang sedang
    mencari ikan di sungai menggunakan arus listrik. Pada saat penayangan gambar atau  video, Guru menyampaikan kepadasiswa bahwa cara mencari ikan seperti gambar ini adalah berbahaya bagi pencari ikan dan  dapat membuat rusaknya ekosistem air. Oleh karena itu cara seperti ini jangan ditiru oleh siswa.


2. Mengidentifikasi masalah (Problem Statement)
    Siswa mengidentifikasi kejadian dalam video untuk didorong memunculkan pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik, antara lain berikut.
a. Mengapa arus listriknya tidak mengenai ikan tetapi ikannya bisa mati?
b. Apakah terdapat zat kimia dalam air sungai tersebut ?
c. Apakah ada pengaruh zat kimia tersebut sehingga bisa membuat ikan mati ?

3. Mengumpulkan data (Data Collecting)
   Siswa mencari dan mengumpulkan data/informasi tentang hubungan video tersebut dengan sifat larutan, melalui studi literatur dan percobaan daya hantar listrik secara berkelompok, selanjutnya siswa diminta untuk melakukan pengumpulan data mengenai gejala-gejala yang ditimbulkan oleh berbagai larutan yang di uji.

4. Mengolah data (Data Processing)
   Siswa melakukan pengolahan data hasil percobaan larutan elektrolit dengan cara berdiskusi.

5. Memferifikasi (Verification)
   Siswa membandingkan hasil diskusi antar kelompok untuk mengklasifikasi dan menganalisis larutan elektrolit kuat, lemah, dan non-elektrolit.

6. Menggeneralisasikan (Generalitation)
   Siswa menggeneralisasikan hasil kesimpulannya pada permasalahan larutan elektrolit dalam kehidupan sehari-hari.


Tujuan Pengembangan Model Pembelajaran
Model pembelajaran dikembangkan guru sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran berkaitan dengan pencapaian dan pengembangan kompetensi siswa yang meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang dijelaskan dalam Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 dan permendikbud no 22 Tahun 2016, maka sebuah model pembelajaran yang dikembangkan memiliki tujuan antara lain berikut.

1. Mendorong siswa untuk interaktif dalam pembelajarannya, baik dengan gurunya,  antar sesamanya, maupun antar dirinya dengan sumber belajar.
2. Memberikan inspirasi kepada siswa untuk lebih meningkatkan kreativitas dan keinginan tahuannya terhadap pemahaman suatu konsep dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi maupun dalam kegiatan lain, dan dapat meningkatkan sifat percaya diri.
4. Memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan kolaboratif.
5. Memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian siswa.
6. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis.
7.Memadukan antara pemahaman materi ajar (content knowledge) dan pemahaman cara mendidik (pedagogical knowledge) yang berbaur menjadi satu yang perlu dimiliki oleh seorang guru. Ini yang disebut dengan konsep Pedagogical Content Knowledge. Konsep ini dapat mewujudkan pembelajaran yangefektif untuk menjelaskan materi tertentu, serta pemahaman tentang apa yang membuat materi tertentu lebih mudah dipelajari.

Inilah sekilas perbandingan atau penggabungan dari, Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host, kiranya dapat berguna kepada para guru dan calon guru. Semoga bermanfaat.

Edited,  Februari, 20 2017 bahwa Tertulis; Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host, SEHARUSNYAMODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DAN HOTS.. Untuk itu mohon maaf kepada pembaca atas kesalahan Ketik ini. Terimakasih.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Minggu, 04 Februari 2018

Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS

STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PENYUSUNAN SOAL HOTS


Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS


Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS- yang harus diketahui oleh guru dalam melaksankan proses pembelajaran pada kurikulum 2013 revisi 2017, yang diawali strategi, impelentasi dan penyusunan soal Host. Bila dalam penyusunan soal HOST sudah diketahui maka soal-soal yang dibuat sudah memenuhi standar kurikulum 2017.


A. Strategi
Strategi penyusunan soal-soal HOTS dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen stakeholder di bidang pendidikan mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah, sesuai dengan tugas pokok dan kewenangan masing-masing.

1. Pusat
Direktorat Pembinaan SMA sebagai leading sector dalam pembinaan SMA di seluruh Indonesia, mengkoordinasikan strategi penyusunan soal-soal HOTS dengan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dan instansi terkait melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut.
a. Merumuskan kebijakan penyusunan soal-soal HOTS;
b. Menyiapkan bahan berupa modul penyusunan soal-soal HOTS;
c. Melaksanakan pelatihan pengawas, kepala sekolah, dan guru terkait dengan strategi penyusunan soal-soal HOTS;
d. Melaksanakan pendampingan ke sekolah-sekolah bekerjasama dengan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dan instansi terkait lainnya.

2. Dinas Pendidikan

Dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya di daerah, menindaklanjuti kebijakan pendidikan di tingkat pusat dengan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut.
a. Mensosialisasikan kebijakan penyusunan soal-soal HOTSdan implementasinya dalam Penilaian;
b. Memfasilitasi kegiatan penyusunan soal-soal HOTSdalam rangka persiapan penyusunan soal-soal;
c. Melaksanakan pengawasan dan pembinaan ke sekolah-sekolah.

3. Satuan Pendidikan
Satuan pendidikan sebagai pelaksana teknis penyusunan soal-soal HOTS, sebagai salah satu bentuk pelayanan mutu pendidikan. Dalam konteks pelaksanaan Penilaian, satuan pendidikan menyiapkan bahan-bahan Penilaiandalam bentuk soal-soal yang memuat soal-soal HOTS.
a. Meningkatkan pemahaman guru tentang penulisan butir soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).
b. Meningkatkan keterampilan guru untuk menyusun instrumen penilaian (High Order Thinking Skills/HOTS)

B. Implementasi
Penyusunan soal-soal HOTS di tingkat satuan pendidikan dapat diimplementasikan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut.
1. Kepala sekolah memberikan arahan teknis kepada guru-guru/MGMPsekolah tentang strategi penyusunan soal-soal HOTS yang mencakup:
a. Menganalisis KD yang dapat dibuatkan soal-soal HOTS;
b. Menyusunkisi-kisi soal HOTS;
c. Menulisbutir soal HOTS;
d. Membuat pedoman penilaian HOTS;
e. Menelaah dan memperbaiki butir soal HOT;
f. Menggunakan beberapa soal HOTS dalam Penilaian.
2. Wakasek kurikulum dan Tim Pengembang Kurikulum Sekolah menyusun rencana kegiatan untuk masing-masing MGMP sekolah yang memuat antara lain uraian kegiatan, sasaran/hasil,

pelaksana, jadwal pelaksanaan kegiatan.Kepala sekolah menetapkan dan menandatangani rencana kegiatan dan rambu-rambu tentang penyusunan soal-soal HOTS;
3. Kepala sekolah menugaskan guru/MGMP sekolah melaksanakan kegiatan sesuai rencana kegiatan;
4. Guru/MGMP sekolah melaksanakan kegiatan sesuai penugasan darikepala sekolah;
5. Kepala sekolah dan wakasek kurikulum melakukan evaluasi terhadap hasil penugasan kepada guru/MGMP sekolah;
6. Kepala sekolah mengadministrasikan hasil kerja penugasan guru/MGMP sekolah, sebagai bukti fisik kegiatan penyusunan soal-soal HOTS.

PENUGASAN DAN REFLEKSI

A. Penugasan
Agar pemahaman Anda tentang penyusunan soal HOTS lebih baik, kerjakan LK 1 dan LK 2. Pada LK 1 Anda akan dipandu untuklatihan menyusun kisi-kisi soal sesuai mata pelajaran yang Anda ampu dan kurikulum yang dilaksanakan di sekolah Anda. Sedangkan pada LK 2 Anda akan latihan menyusun soal HOTS. Untuk mengerjakan LK 1 dan LK 2 tersebut, Anda perlu menyiapkan KD mata pelajaran dan buku-buku referensi yang relevan sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah Anda.

B. Refleksi
1. Peserta
a. Menyampaikan keberhasilan berupa kemampuan menyusun kisi-kisi dan soal-soal HOTS.
b. Menyampaikan kelemahan yang ditemukan dari aktivitas pada modul ini sehingga masih ada yang belum dipahami atau membingungkan.
c. Menyampaikan tindak lanjut yang akan dilakukan untuk menerapkan hasil yang diperoleh dari modul.

2. Fasilitator
a. Menyampaikan keberhasilan peserta sesuai pengamatan selama kegiatan.
b. Menyampaikan hal-hal yang perlu diperbaiki dalam menyusun kisi-kisi dan soal-soal HOTS.

Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS-perlu dipelajari dan dilaksanakan oleh semua guru seiring dengan perkembangan kurikulum K13 revisi 2017.  Strategi penyusunan soal ini adalah standar 2017, Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah 

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Kamis, 01 Februari 2018

Modul Penyusunan Soal HOTS Pdf

Modul Penyusunan Soal HOTS Pdf

Modul Penyusunan Soal HOTS Pdf


Pada kurikulum 2013 Revisi 2017 yaitu menekankan pembuatan soal-soal yang berorientasi pada HOST. Untuk itu, Modul Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS); disajikan berikut ini untuk menjadi panduan para guru, dan satuan pendidikan. Naskah-naskah tersebut akan terus dikembangkan seiring dengan perkembangan ilmu dan tekhnologi agar menjadi lebih operasional untuk penyempurnaannya. Berikut ini dikutip dari, Modul Penyusunan Soal HOTS, 2017,

Modul Penyusunan Soal HOTS Pdf

Langkah Penyusunan Soal HOTS; 1) Materi Pokok, Peran Soal HOTS dalam Penilaian. 2) Penilaian dan Peran Soal HOTS dalam Penilaian. 3) Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS. 4)  Strategi,  Implementasi, Penugasan dan Refleksi 5)  Penugasan dan Refleksi. 

Silakan Download file lengkap pada paragraph terakhir di bawah ini.

Soal-soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yaitu kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Soal-soal HOTS pada konteks asesmen mengukur kemampuan: 1) transfer satu konsep ke konsep lainnya, 2) memproses dan menerapkan informasi, 3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, 4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, dan 5) menelaah ide dan informasi secara kritis. Meskipun demikian, soal-soal yang berbasis HOTS tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall.

Selamat bertemu pada Modul Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Modul ini terdiri atas 3 (tiga) materi pokok yang disusun sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan guru dalam penyusunan soal-soal HOTS . Penyajian materi pada modul ini diawali dengan pemaparan fokus dan uraian materi pada masing-masing materi pokok. Sedangkan pada bagian akhir modul dilengkapi dengan penugasan dan refleksi.

Materi-materi pokok dalam modul ini adalah sebagai berikut :
1.  Pengertian dan Konsep Soal HOTS
2.  Peran Soal HOTS dalam Penilaian
3.  Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS

Fokus Modul
Modul ini terdiri atas 3 (tiga) materi pokok yang masing-masing membahas materi yang saling berkaitan satu sama lain, terdiri atas:
1. Pengertian dan Konsep Soal HOTS
Bagian ini membahas tentang pengertian dan konsep soal HOTS, karakteristik soal-soal HOTS yang merupakan ciri khas soal HOTS dengan soal-soal bukan HOTS, level kognitif, dan langkah-langkah menyusun soal HOTS. Selain itu, pada bagian ini juga dipaparkan tentang bentuk-bentuk soal HOTS.

2. Peran Soal HOTS dalam Penilaian
Bagian ini membahas tentang peran soal HOTS dalam Penilaian disekolah, terkait dengan upaya penyiapan kompetensi yang dibutuhkan peserta didik menyongsong abad ke-21. Membangun kemampuan berpikir kreatif, inovatif, kritis, dan toleran serta kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi esensial yang dapat dilatih berbasis pembelajaran dan penilaian kelas. Peran soal HOTS lainnya dalam penilaianadalah meningkatkan mutu penilaian, membangun rasa cinta dan peduli peserta didik terhadap kemajuan daerahnya, serta dapat memotivasi siswa belajar sebagai bekal terjun ke masyarakat.

3. Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS
Pada bagian ini membahas tentang Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS, dimulai dari kebijakan di tingkat pusat (Direktorat Pembinaan SMA), dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, sampai pada implementasinya pada tingkat satuan pendidikan. Semua komponen harus terlibat secara aktif untuk ikut ambil bagian dalam melaksanakan kebijakan tentang penilaian hasil belajar menggunakan soal-soal yang HOTS dalam Penilaian.

Modul Penyusunan Soal HOSTS ini dikutip dari; 2017, Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk membaca lengkap, Modul Penyusunan Soal HOTS Pdf, ini Anda dapat langsung DOWNLOAD atau klik di SINI.


Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Selasa, 30 Januari 2018

Konsep Penilaian Hasil Belajar K13 Revisi 2017

Konsep Penilaian Hasil Belajar K13 Revisi 2017

Konsep Penilaian Hasil Belajar K13 Revisi 2017


Penilaian hasil belajar siswa dilakukan untuk mengukur pencapaian proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan oleh oleh; 1) Pendidik, 2) Satuan pendidikan, dan 3) Pemerintah. Konsep Penilaian Hasil Belajar K13, yang dilakukan oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Tahap berikut, Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai pencapaian Standar Kompetensi Lulusan untuk semua mata pelajaran.

Konsep Penilaian Hasil Belajar Siswa yang harus dilaksanakan meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan; 
1. Penilaian aspek sikap: dilakukan melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian lain yang relevan, dan pelaporannya menjadi tanggungjawab wali kelas.
2.  Penilaian aspek pengetahuan: dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai.
3. Penilaian keterampilan: dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

Konsep Penilaian Hasil Belajar K13 Revisi 2017Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan dalam bentuk ulangan, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan dalam bentuk penilaian akhir, ujian sekolah dan ujian sekolah berstandar nasional. Untuk merealisasikan penilaian ini perlu disusun panduan penilaian. (File lengkap ini dapat di DOWNLOAD di paragraph di bawah ini).

Tahap ke-tiga; Penilaian yang dilakukan oleh pemerintah bertuajuan untuk memetakan tingkat penguasaan kompetensi dasar (materi) yang dapat diserap oleh siswa di daerah tertentu pada satuan pendidikan tertentu.  

Artikel pendek ini disarikan dari panduan penilaian, Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Mengharapkan melalui panduan ini memfasilitasi pendidik dan satuan pendidikan dalam merencanakan, melaksanakan, menyusun laporan, dan memanfaatkan hasil penilaian

Baca Juga; Panduan Penilaian SMA/MA 2017 Ppt, yang lebih lengkap untuk penduan penilaian tersebut. 

File lengkap panduan penilaian atau, Konsep Penilaian Hasil Belajar K13 Revisi 2017, silakan DOWNLOAD boleh juga klik di SINI. Terimakasih telah berkunjung di blog ini, semoga berguna kepada bapak/ibuk guru. 
Boleh komentar di bawah ini...

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Jumat, 19 Januari 2018

Panduan Penilaian SMA/MA 2017 Ppt

Panduan Penilaian SMA/MA 2017 Ppt

Panduan Penilaian SMA/MA 2017 Ppt



Panduan Penilaian SMA/MA 2017 PptDalam melaksanakan Kurikulum 2013 Direktorat Pembinaan SMA sesuai dengan tugas dan fungsinya melakukan fasilitasi dan pembinaan dan pelatihan, pedoman, panduan, dan model-model yang telah dikembangkan pada tahun 2016 dan tahun 2017. Dalam Panduan Penilaian ini berisikan naskah-naskah implementasi Kurikulum 2013, antara lain: (1) Model-Model Pembelajaran; (2) Model Pengembangan RPP; (3) Model Peminatan dan Lintas Minat; (4) Panduan Supervisi Akademik; (5) Panduan Pengembangan Pembelajaran Aktif; (6) Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) Di SMA; (7) Panduan Pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM); (8) Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas; (9) Modul Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS); dan (10) Panduan Sukses E-Rapor SMA Versi 2017.

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan Panduan Penilaian SMA/MA terus dikembangkan agar menjadi lebih operasional dan menjadi referensi bagi kepala sekolah dan guru dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dan penilaian.


Untuk lebih sempurna membaca buku, Panduan Penilaian SMA/MA 2017 Ppt, silakan DOWNLOAD atau klik di SINI. Terimakasih atas kunjungannya.  

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Rabu, 17 Januari 2018

Gerakan Literasi Sekolah SMA Pdf

Gerakan Literasi Sekolah SMA Pdf


Gerakan Literasi Sekolah SMA Pdf


Gerakan Literasi Sekolah SMA Pdf- Melalui membaca kita bisa mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan, dalam literasi membaca dapat merefleksikan hasil membaca dalam bentuk tulisan. Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Atas, agar peserta didik menjadi pedoman dalam literasi membaca bahwa pemahamam membaca kompetensi peserta didik Indonesia masih lemah, untuk itu perlu adanya; Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Pengembangan kompetensi membaca dan minat membaca perlu digerakkan dan dimotivasi untuk mendapatkan berbagai pengetahuan.
  
Lebih lanjut diharapkan sekolah dapat berfungsi sebagai organisasi pembangkit pembelajaran bagi warga sekolah. Untuk maksud tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).  Tujuannya GLS adalah sebagai usaha untuk melibatkan semua warga sekolah, semua komponen yang ada di sekolah yaitu; guru, peserta didik, orang tua/wali murid, dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Pengajaran GLS pembelajaran literasi lebih utama adalah menanamkan akhlak yang terpuji atau moral, budi pekerti para peserta didik. Dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015. Kegiatan GLS dimulai sebelum Proses belajar mengajar (PBM) berlangsung sekitar 15 menit, tujuannya untuk membiasakan para siswa membaca untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara baik.

Muatan Materi Literasi berisi nilai-nilai moral, akhlak dan budi pekerti, yang berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Untuk merealisasi maksud tersebut perlu kerja sama antar pemangku kepentingan di setiap tingkat, kabupaten/ kota, propinsi dan pusat dan satuan pendidikan. Dengan gerakan bersama dari semeua pihak maka GLS akan berjalan lancer untuk meraih pengetahuan anak didik kita sebagai penerus generasi bangsa yang cerdas, berbudi pekerti yang baik. Berilmu dan ber-akhlak mulia itu penting. Orang berilmu banyak tapi berakhlak mulia ini yang menjadi utama bagi ilmuan.


Untuk lebih lengkap file, Gerakan Literasi Sekolah SMA Pdf, silakan DOWNLOAD  atau klik di SINI

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Minggu, 31 Desember 2017

RPP PKWU Kelas x - Ganjil K13 Revisi 2017

RPP PKWU Kelas x - Ganjil K13 Revisi 2017


RPP PKWU Kelas x - Ganjil K13 Revisi 2017


RPP PKWU Kelas x - Ganjil K13 Revisi 2017 - RPP Prakarya dan Kewirausahaan  untuk SMA/ sederajat, pada Aspek; Budidaya, Materi; Karakteristik Kewirausahaan, Kelas /Semester:  X/Ganjil, Alokasi Waktu:  2 Jam Pelajaran  (1  Pertemuan), Tahun Pelajaran  :  2017/2018, KD  3.1 memahami karakteristik  kewirausahaan (misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil risiko) dalam menjalankan kegiatan usaha dan KD 4.2 mengidentifikasi karakteristik wirausahawan berdasarkan keberhasilan dan kegagalan usaha.

Tujuan Pembelajaran; Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan model Discovery Learning yang dipadukan dengan metode mind mapping, teknik ATM, dan pendekatan saintifik yang menuntun peserta didik untuk mengamati (membaca) permasalahan, menuliskan penyelesaian dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas, Selama dan setelah mengikuti proses pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat memahami karakteristik kewirausahaan.

Fokus nilai-nilai sikap; Peduli, Jujur berkarya, Tanggung jawab, Toleran, Kerjasama, Proaktif dan kreatif.

Untuk lebih sempurna, ya DOWNLOAD aja. pada paragraf di bawah ini.

RPP PKWU Kelas x - Ganjil K13 Revisi 2017



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan     :  SMA/ Sederajat
Mata Pelajaran          :  Prakarya dan Kewirausahaan
Aspek                          :  Budidaya
Materi                         :  Karakteristik Kewirausahaan
Kelas /Semester         :  X/Ganjil
Alokasi Waktu           :  2 Jam Pelajaran  (1  Pertemuan)
Tahun Pelajaran        :  2017/2018

A.     Kompetensi Inti (KI)
1.      Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
2.      Menunjukan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”
3.      Memahami , menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkanrasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaankenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yangspesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.      Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar (KD)
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.1        memahami karakteristik  kewirausahaan (misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil risiko) dalam menjalankan kegiatan usaha  
3.1.1        Menjelaskan karakteristik kewirausahaan (misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil risiko) dalam menjalankan kegiatan usaha
3.1.2        Menjelaskan sikap percaya diri
3.1.3        Menjelaskan sikap berorientasikan tugas dan hasil
3.1.4        Menjelaskan sikap berani mengambil risiko
3.1.5        Menjelaskan sikap kepemimpinan
3.1.6        Menjelaskan sikap keorisinalitas/keaslian
3.1.7        Menjelaskan sikap berorientasi ke masa depan
3.1.8        Menganalisis faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan berwirausaha
4.1        mengidentifikasi karakteristik wirausahawan berdasarkan keberhasilan dan kegagalan usaha 

4.1.1        Menerapkan karakteristik wirausahawan berdasarkan keberhasilan dan kegagalan usaha
4.1.2        Menerapkan sikap percaya diri
4.1.3        Menerapkan sikap berorientasikan tugas dan hasil
4.1.4        Menerapkan sikap berani mengambil risiko
4.1.5        Menerapkan sikap kepemimpinan
4.1.6        Menerapkan sikap keorisinalitas/keaslian
4.1.7        Menerapkan sikap berorientasi ke masa depan

C.     Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan model Discovery Learning yang dipadukan dengan metode mind mapping, teknik ATM, dan pendekatan saintifik yang menuntun peserta didik untuk mengamati (membaca) permasalahan, menuliskan penyelesaian dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas, Selama dan setelah mengikuti proses pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat
Ø  Memahami karakteristik kewirausahaan (misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil risiko) dalam menjalankan kegiatan usaha
Ø  Memahami faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan berwirausaha
Ø  Menerapkan sikap percaya diri
Ø  Menerapkan sikap berorientasikan tugas dan hasil
Ø  Menerapkan sikap berani mengambil risiko
Ø  Menerapkan sikap kepemimpinan
Ø  Menerapkan sikap keorisinalitas/keaslian
Ø  Menerapkan sikap berorientasi ke masa depan
dengan rasa rasa ingin tahu, tanggung jawab, displin selama proses pembelajaran, bersikap jujur, santun, percaya diri dan pantang menyerah, serta memiliki sikap responsif (berpikir kritis) dan pro-aktif (kreatif), serta mampu berkomukasi dan bekerjasama dengan baik.
Fokus nilai-nilai sikap
Ø  Peduli
Ø  Jujur berkarya
Ø  Tanggung jawab
Ø  Toleran
Ø  Kerjasama
Ø  Proaktif
Ø  kreatif

D.     Materi Pembelajaran
1.      Materi Pembelajaran Reguler
a.      Fakta:
Ø  keberhasilan dan kegagalan berwirausaha
b.      Konsep
Ø  faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan berwirausaha
c.       Prinsip
Ø  percaya diri
Ø  berorientasikan tugas dan hasil
Ø  kepemimpinan
d.      Prosedur
Ø  keorisinalitas/keaslian
Ø  berani mengambil risiko
2.      Materi pembelajaran remedial
Ø  karakteristik wirausahawan berdasarkan keberhasilan dan kegagalan usaha
3.       Materi pembelajaran pengayaan
Ø  faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan berwirausaha

E.     Metode Pembelajaran
§  Pendekatan      :  saintifik
§  Metode                        : mind mapping, teknik ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi), diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan
§  Model              : discovery learning

F.      Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1.      Media/alat:
Ø  Media LCD projector,
Ø  Laptop,
Ø  Bahan Tayang
2.      Sumber Belajar
Ø  Buku Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X1, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2017.
Ø  Internet.
Ø  Sumber lain yang relevan

G.    Langkah-langkahPembelajaran
1. Pertemuan Ke-1 ( 2 x 45 menit )
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Guru :
Orientasi  (Menunjukkan sikap disiplin sebelum memulai proses pembelajaran, menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut (Karakter) serta membiasakan membaca dan memaknai (Literasi)).
  • Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran
  • Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
  • Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Apersepsi
  • Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya,
  • Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
  • Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
  • Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
  • Apabila materi/tema/ projek ini kerjakan  dengan baik dan sungguh-sungguh, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang:
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung
  • Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan
  • Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
  • Menyampaikan garis besar cakupan materi
  • Menyampaikan metode pembelajaran dan teknik penilaian yang akan digunakan
  • Membagi peserta didik menjadi 8 Kelompok (dengan setiap anggota kelompok berjumlah 4 - 5 orang).
15
menit
Kegiatan Inti
Sintak
Model Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Stimulation
(stimullasi/
pemberian
rangsangan)
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian (Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan pantang menyerah (Karakter)
 pada topic
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
dengan cara :
v  Melihat (tanpa atau dengan alat)/  Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan pantang menyerah (Karakter)
Menayangkan gambar/foto tentang   
v  Mengamati Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan pantang menyerah (Karakter)
Peserta didik bersama kelompoknya melakukan pengamatan dari permasalahan yang ada di buku paket berkaitan dengan materi
v  Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung),(Literasi)
Peserta didik diminta membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
v  Mendengar
Peserta didik diminta mendengarkan pemberian materi oleh guru yang berkaitan dengan
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
v  Menyimak, Berpikir kritis dan bekerjasama (4C) dalam mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan rasa ingin tahu, jujur dan pantang menyerah (Karakter)
Peserta didik diminta menyimak penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran  mengenai :
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
Problem
statemen
(pertanyaan/
identifikasi
masalah)
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar  Berpikir kritis dan kreatif (4C) dengan sikap jujur , disiplin, serta tanggung jawab dan kerja sama yang tingi (Karakter)
v  Peserta didik diminta mendiskusikan hasil pengamatannya dan mencatat fakta-fakta yang ditemukan, serta menjawab pertanyaanberdasarkan hasil pengamatan yang ada pada buku paket;
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
v  Pendidik memfasilitasi peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami berdasarkan hasil pengamatan dari buku paket yang didiskusikan bersama kelompoknya;
v  Mengajukan pertanyaan tentang :
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Misalnya  :
Ø  Jelaskan pengertian  Budi daya berpangkal pada cultivation
Data
collection
(pengumpulan
data)
Peserta didik mengumpulkan berbagai informasi (Berpikir kritis, kreatif, bekerjasama dan saling berkomunikasi dalam kelompok (4C), dengan  rasa ingin tahu, tanggung jawab  dan pantang menyerah (Karakter),literasi (membaca) yang dapat mendukung jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, baik dari buku paket maupun sumber lain seperti internet; melalui kegiatan:
v  Mengamati obyek/kejadian,
v  Wawancara dengan nara sumber
v  Mengumpulkan informasi
Mengumpulkan data/informasi melalui diskusi kelompok atau kegiatan lain guna menemukan solusi masalah terkait materi pokok yaitu
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
v  Membaca sumber lain selain buku teks,
Peserta didik diminta mengeksplor pengetahuannya dengan membaca buku referensi tentang
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
v  Mempresentasikan ulang
v  Aktivitas: (Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi dan bekerjasama (4C),)
Wirausahawan Sukses
Tugas 1 (Individu)
Ø  Amati lingkungan sekitarmu. Cari informasi dari buku, koran, majalah atau  internet untuk temukan tokoh wirausahawan di bidang kerajinan yang sukses!
Ø  Pelajari kisah sukses dari wirausahawan tersebut.
Ø  Tuliskan hal-hal apa saja yang membuat wirausahawan tersebut berhasil,  berdasarkan kisah suksesnya.
Ø  Presentasikan hasil pemikiranmu di depan kelas.
v  Mendiskusikan Berpikir kritis, kreatif, bekerjasama dan saling berkomunikasi dalam kelompok (4C), dengan  rasa ingin tahu dan pantang menyerah (Karakter)
Ø  Guru dapat meminta peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya tentang contoh penerapan sifat seorang wirausahawan dalam pelaksanaan kegiatan usaha.
Ø  Guru juga dapat meminta peserta didik untuk menilai dirinya sendiri tentang sifat-sifat apa yang sudah dimiliki dirinya untuk menjadi seorang wirausahawan.
v  Mengulang
v  Saling tukar informasi tentang  :
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Data
processing
(pengolahan
Data)
Pendidik mendorong agar peserta didik secara aktif terlibat dalam diskusi kelompok serta saling bantu untuk menyelesaikan masalah (Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi dan bekerjasama (4C),)
Selama peserta didik bekerja di dalam kelompok, pendidik memperhatikan dan mendorong semua peserta didik untuk terlibat diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang melenceng jauh pekerjaannya dan bertanya (Nilai Karakter: rasa ingin tahu, jujur, tanggung jawab, percaya diri dan pantang menyerah) apabila ada yang belum dipahami, bila diperlukan pendidik memberikan bantuan secara klasikal.
v  Berdiskusi tentang data :
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
yang sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
v  Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.
v  Pesertadidik mengerjakan beberapa soal mengenai
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
Verification
(pembuktian)
Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
v  Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam membuktikan :
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
Generalizatio
(menarik
kesimpulan)
Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
v  Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
v  Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang :
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
v  Mengemukakan  pendapat  atas presentasi yang dilakukan dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
v  Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan untuk menjawabnya.
v  Menyimpulkan  tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang
Ø  Karakteristik Kewirausahaan
Ø  Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
v  Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
v  Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan  beberapa pertanyaan kepada siswa.
v  Menyelesaikan  uji kompetensi  yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
60
menit
Catatan :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)

Kegiatan Penutup
Peserta didik :
  • Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
  • Mengagendakan pekerjaan rumah.
  • Mengagendakan projek yang harus mempelajari pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
  • Memfasilitasi peserta didik dalam merumuskan kesimpulan sementara berdasarkan hasil diskusi, melalui reviu indikator yang hendak dicapai pada hari itu.
  • Memberikan tugas kepada peserta didik (PR), dan mengingatkan peserta didik untuk melanjutkan mencari informasi dari berbagai sumber (buku maupun internet) agar dipertemuan berikutnya dapat menuliskan hasil diskusi di kertas karton sebagai bahan presentsi. Peserta didik pun diingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi tes/ evaluasi akhir setelah sesi persentasi.
  • Memberi salam.
15
menit
H.    Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 
1.      Teknik Penilaian
a.      Penilaian Kompetensi Pengetahuan
1)      Tes Tertulis
-          Uraian/esai
2)      Tes Lisan
©  Tes lisan pemaparan materi dari pemahaman siswa.
b.      Penilaian Kompetensi Keterampilan
1)      Proyek, pengamatan, wawancara
©  Mempelajari buku teks dan sumber lain tentang materi pokok
©  Menyimak tayangan/demo tentang materi pokok
2)      Portofolio / unjuk kerja
3)      Produk,
2.      Instrumen Penilaian
a.      Pertemuan Pertama (Terlampir)
3.      Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
a.      Remedial
v  Remidial dapat diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KKM maupun kepada peserta didik yang sudah melampui KKM. Remidial terdiri atas dua bagian : remedial karena belum mencapai KKM dan remedial karena belum mencapai Kompetensi Dasar
v  Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriterian Ketuntasan Minimal), misalnya sebagai berikut.
Ø  Pembelajaran remedial dilakukan bagi siswa yang capaian KD nya belum tuntas
Ø  Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
Ø  Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.

b.      Pengayaan
v  Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai KKM atau mencapai Kompetensi Dasar.
v  Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta didik.
v  Direncanakan berdasarkan IPK atau materi pembelajaran yang membutuhkan pengembangan lebih luas misalnya
Ø  Siwa yang mencapai nilai  diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
Ø  Siwa yang mencapai nilai  diberikan materi melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

                                                                                                                 …… Juli 2017

Mengetahui
Kepala SMA ....                                                            Guru Mata Pelajaran




……………………………………                       …………………………………….
NIP.                                                                        NIP.

Biar lebih sempurna filenya;RPP PKWU Kelas x - Ganjil K13 Revisi 2017, ya DOWNLOAD aja. atau boleh juga download file lengkap di SINI. Maksunya RPP PKWU kelas 10/ semester ganjil.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

 
back to top