Tampilkan postingan dengan label SMA-MA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMA-MA. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Agustus 2018

RPP Matematika SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018

RPP Matematika SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018


RPP Matematika SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018


RPP Matematika SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018-RPP Kurikulum 2013 revisi 2018 merupakan kelanjutan implementasi Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017 yang mengintegrasikan empat hal berikut yaitu; 1) PPK, 2) Pembelajaran atau keterampilan Abad 21, sering istilah  4C, 4) Literasi, dan 4) HOTS. Di samping itu, guru harus menyiapkan perangkat Pembelajaran sesuai dengan jenjang sekolah/madrasah; SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK. Perangkat pembelajaran terdiri dari Silabus, RPP, SKL dan KD, KKM, Prota, Promes, Pemetaan KI KD, sarana kelengkapan Buku kurikulum 2013. Silakan download contoh, Rpp k13 smp-mts revisi 2018 di bawah pada paragraph terakhir.

RPP Matematika SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018

Penjelasan tentang kurikulum 2013 revisi 2018 sebagaimana revisi 2017 bahwa unsur pokok yang di-integrasikan adalah;
1). PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) di dalam pembelajaran, yaitu mengintegrasikan dan mengembangkan karakter terutama 5 karakter: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. 
2. Mengintegrasikan literasi, yaitu kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara
3. Mengintegrasikan dan mengembangkan keterampilan PEMBELAJARAN abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative);

4. Pengintegrasikan HOTS, yaitu kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Demikian ke-kempat hal pokok yang harus dimasukkan dalam kegiatan proses pembelajaran.

Bila ke-empat unsur pokok ini belum dimasukkan maka bukanlah kurikulum 2013 revisi 2017 atau revisi 2018. Bahwa perbedaan RPP kurikulum 2013 revisi 2017 antara RPP kurikulum 2013 revisi 2018 sedikit saja, hanya pada kolom atau beda bentuk, namun ke-empat unsur tersebut sudah ada.

Lihat juga artikel terkait; KKO Kurikulum 2013 Revisi 2018, berhubungan denga kata-kata yang harus digunakan dalam kurikulum 2013.

Silakan DOWNLOAD Klik Contoh berikut ini; RPP Matematika SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Kamis, 05 Juli 2018

Modul Pelatihan K13 Revisi 2018 PAI SMA

Modul Pelatihan K13 Revisi 2018 PAI SMA


Modul Pelatihan K13 Revisi 2018 PAI SMA

Modul Pelatihan K13 Revisi 2018 PAI SMA-Tahun ajaran 2018/2019 semua sekolah harus menggunakan Kurikulum 2013 tanpa kecuali, permintaan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad, Karena tahun ini adalah tahun terakhir pelatihan dan sosialisasi para guru terhadap kurikulun2013 revisi 2017, penerapanya pada tahun 2018/2019 secara menyeluruh. Kurikulum 2013 sebagai implementasi peraturan presiden nomor 87 Tahun 2017.

Dalam Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SMA Tahun 2018, memuat Modul Pelatihan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti Kurikulum 2013. Modul ini terdiri atas 4 (empat) seri modul yang disusun sedemikian rupa  sesuai  dengan  kebutuhan  guru  dalam  melaksanakan  Kurikulum  2013  sesuai  dengankonsep dan pelaksanaannya. Masing-masing modul terdiri  atas uraian singkat materi, fokus modul, penugasan, dan refleksi.

Modul Pelatihan K13 Revisi 2018 PAI dan Budi Pekerti SMA

Modul-modul tersebut adalah:
1.   Modul 1: Analisis Kompetensi, MateriPembelajaran, dan Penilaian
2.   Modul 2: Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3.   Modul 3: Praktek Pembelajaran dan Penilaian
4.   Modul 4: Praktek Pengolahan dan Pelaporan Penilaian HasiBelajar

Semoga modul-modul ini dapat membantu para guru dalam memahami dan mempersiapkan pembelajaran di sekolah.
Perbaikan kurikulum  tersebut berlandaskan  pada  landasan  kebijakan Menteri Pendidikandan Kebudayaan yangtertuang dalam Peraturan Menteri

Pendidian dan Kebudayaan Nomor 160 tahun 2014 tentang  Pemberlakuan   Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Pelaksanaan Perbaikannya  juga  atas  dasar  masukan  dari  berbagai  lapisan  publik (masyarakat sipil, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dunia persekolahan) terhadap ide,dokumen, dan implementasi kurikulum yang diperoleh melalui monitoring dan evaluasi dari berbagai media. 

Modul Pelatihan K13 Revisi 2018 PAI SMA, Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi  serta masukan publik tersebut,terdapat beberapa masukan umum,  terdapat beberapa masukan umum, antara lain adanya pemahaman yang kurang tepat oleh masyarakat yang diakibatkan oleh format penyajian dan nomenklatur dalam  Kurikulum 2013: (1)  Kompetensi Dasar (KD)  pada Kompetensi Inti 1 (KI-1) dan KD pada KI-2 yang dianggap kurang logis dikaitkan dengan karakteristik mata pelajaran; (2) terindikasi adanya inkonsistensi  antara  KD  dalam  silabus  dan  buku  teks  (baik  lingkup  materi  maupun urutannya);  (3)  belum  ada  pernyataan  eksplisit  dalam  dokumen  kurikulum  tentang perlunya peserta didik lebih melek teknologi; (4) format penilaian dianggap terlalu rumit dan perlu penyederhanaan; (5) penegasan kembali pengertian pembelajaran saintifik yang bukan satu-satunya pendekatan dalam proses pembelajaran di kelas; (6) penyelarasan dan perbaikan teknis buku teks pelajaran agar mudah dipelajari oleh peserta didik.

Secara umum, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan agar selaras antara ide, desain, dokumen, dan pelaksanaannya. Secara khusus, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan menyelaraskan antara SKL, KI,KD, pembelajaran, penilaian, dan buku teks.

Perbaikan tersebut pada tahun 2017 disesuaikan dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Ini hanya cupikan buku Modul pelatihan kurikulum 2013 revisi 2018 pendidiakan agama Islam dan Budi Pekerti. Bila mau lengkap downlod di bawah ini.

Mau download secara lengkap tentang, Modul Pelatihan K13 Revisi 2018 PAI SMA, klik Download 

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Kamis, 15 Februari 2018

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Hots

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan HOTS

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan HOSTPengembangan model pembelajaran di kurikulum 2013 revisi 2017 telah meningkatkan model pembelajaran yang memadukan metode Quantum dan HOTS diharapkan dapat menyenangkankan para siswa dalam proses belajar mengajar. Pengembanagan Model Pembelajaran Quantum Teaching dengan Kemampuan HOTS (higher order thinking skills)  yang digabungkan bertujuan untuk memberi kesan menyenangkan dalam pembelajaran dan memberi  kesempatan kepada peserta didik agar mampu untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta yang dikebangkan oleh guru sesuai dengan karakteristiknya.

Berikut ini kami kutip dari buku, Model-Model Pembelajaran, 2017, Direktorat Pembinaan SMA adalah sebagai berikut:

Model Pembelajaran Quantum Teaching
Quantum Teaching merupakan proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan. Pembelajaran Quantum Teaching mencakup petunjuk untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif merancang pengajaran, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar. Quantum Teaching merupakan suatu proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan membuat proses tersebut menjadi lebih menyenangkan. Cara ini memberikan sebuah gaya mengajar yang memberdayakan siswa untuk berprestasi lebih dari yang dianggap mungkin. Juga membantu guru memperluas keterampilan siswa dan motivasi siswa, sehingga guru akan memperoleh kepuasan yang lebih besar dari pekerjaannya. 


Langkah-langkah pembelajaran Quantum Teaching

1. Tumbuhkan
Guru membuat pertanyaan tentang kemampuan siswa dengan memanfaatkan pengalaman siswa dan mencari tanggapan, manfaat serta komitmen siswa. Guru membuat strategi dengan melakukan aplikasi ataupun cerita tentang pelajaran yang bersangkutan.

2. Alami
Guru memanfaatkan pengetahuan dan keingintahuan siswa berdasarkan pengalaman siswa dan mampu mengasah otak siswa agar dapat menyelesaikan masalah. Siswa dapat memahami informasi ataupun kegiatan serta memanfaatkan fasilitas yang ada sesuai dengan kebutuhan 

3. Namai
Pemberian nama (simbol-simbol) ataupun identitas dan mendefinisikan suatu pertanyaan. Guru mengajarkan konsep, keterampilan berpikir, dan strategi belajar dengan menggunakan gambar, warna, alat bantu, kertas atau alat yang lainnya. Siswa dapat mengetahui informasi, fakta, rumus, pemikiran, tempat dan sebagainya berdasarkan pengalaman agar pengetahuan tersebut berarti.

4. Demonstrasikan
Guru memberi peluang untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan siswa ke dalam pembelajaran yang lain dan ke dalam kehidupannya. Siswa dapat memperagakan atau mengaplikasikan tingkat kecakapannya dengan pelajaran.

5. Ulangi
Guru mengulangi hal-hal yang kurang jelas bagi siswa. Siswa dapat dengan mudah memahami dan mengetahui pelajaran tersebut. Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengajarkan pengetahuan kepada siswa yang lain.

6. Rayakan
Mengadakan perayaan bagi siswa akan mendorong siswa memperkuat rasa tanggung jawab dan mengamati proses belajar sendiri. Perayaan tersebut akan mengajarkan siswa mengenai motivasi belajar, kesuksesan, langkah menuju kemenangan. Pujian yang didapatkan akan mendorong siswa agar tetap dalam keadaan bersemangat dalam proses belajar mengajar.

Pengembangan Kemampuan HOTS melalui Model Pembelajaran
Pembelajaran yang disajikan sebaiknya dapat memotivasi siswa untuk berfikir kritis, logis, dan sistematis sesuai dengan karakteristik tiap mata pelajaran, serta memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills atau HOTS). Berdasarkan kategori tingkat berpikir yang dikemukakan oleh Anderson, dkk (2001), ada kemampuan berpikir yang lebih tinggi yang harus dikuasai oleh peserta didik yaitu kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Oleh sebab itu, guru dianjurkan untuk mendorong siswanya memiliki kemampuan tersebut dengan menyajikan pembelajaran yang variatif serta pemberian materi yang “tidak biasa” yang dikembangkan dari pasangan KD pada KI 3 dan KD pada KI4 melalui pengembangan dan penggunaan model pembelajaran yangs sesuai. Karakteristik pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir HOTS, antara lain sebagai berikut.

Langkah-langkah Pembelajaran HOTS

1) Mengundang peran aktif siswa.
2) Mendorong aktivitas fisik dan mental siswa lebih tinggi.
3) Mendorong kreatifitas peserta didik memecahkan masalah dan menemukan solusi.
4) Terbuka peluang bagi siswa menggunakan teknik, media, dan peralatan yang beragam.
5) Siswa menggunakan pengetahuan, emosi, keterampilan, dan ekspresi lainnya dari sudut pandang beragam.
6) Pengetahuan yang dikembangkan pada dimensi konseptual dan procedural yang mendorong tumbuhnya keterampilan metakognitif.
7) Didesain dalam kondisi nyata/hampir nyata, situasi baru yang terduga, hingga situasi baru yang tak terduga.

Berikut contoh kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada matapelajaran Kimia kelas X pada pasangan KD 3.8 dan 4.8 menggunakan model discovery learning.
3.8 Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya
4.8 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan melalui perancangan dan pelaksanaan percobaan.

1. Memberi stimulus (Stimulation)
  Guru menyajikan bahan kajian berupa gambar dan video orang sedang
    mencari ikan di sungai menggunakan arus listrik. Pada saat penayangan gambar atau  video, Guru menyampaikan kepadasiswa bahwa cara mencari ikan seperti gambar ini adalah berbahaya bagi pencari ikan dan  dapat membuat rusaknya ekosistem air. Oleh karena itu cara seperti ini jangan ditiru oleh siswa.


2. Mengidentifikasi masalah (Problem Statement)
    Siswa mengidentifikasi kejadian dalam video untuk didorong memunculkan pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik, antara lain berikut.
a. Mengapa arus listriknya tidak mengenai ikan tetapi ikannya bisa mati?
b. Apakah terdapat zat kimia dalam air sungai tersebut ?
c. Apakah ada pengaruh zat kimia tersebut sehingga bisa membuat ikan mati ?

3. Mengumpulkan data (Data Collecting)
   Siswa mencari dan mengumpulkan data/informasi tentang hubungan video tersebut dengan sifat larutan, melalui studi literatur dan percobaan daya hantar listrik secara berkelompok, selanjutnya siswa diminta untuk melakukan pengumpulan data mengenai gejala-gejala yang ditimbulkan oleh berbagai larutan yang di uji.

4. Mengolah data (Data Processing)
   Siswa melakukan pengolahan data hasil percobaan larutan elektrolit dengan cara berdiskusi.

5. Memferifikasi (Verification)
   Siswa membandingkan hasil diskusi antar kelompok untuk mengklasifikasi dan menganalisis larutan elektrolit kuat, lemah, dan non-elektrolit.

6. Menggeneralisasikan (Generalitation)
   Siswa menggeneralisasikan hasil kesimpulannya pada permasalahan larutan elektrolit dalam kehidupan sehari-hari.


Tujuan Pengembangan Model Pembelajaran
Model pembelajaran dikembangkan guru sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran berkaitan dengan pencapaian dan pengembangan kompetensi siswa yang meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang dijelaskan dalam Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 dan permendikbud no 22 Tahun 2016, maka sebuah model pembelajaran yang dikembangkan memiliki tujuan antara lain berikut.

1. Mendorong siswa untuk interaktif dalam pembelajarannya, baik dengan gurunya,  antar sesamanya, maupun antar dirinya dengan sumber belajar.
2. Memberikan inspirasi kepada siswa untuk lebih meningkatkan kreativitas dan keinginan tahuannya terhadap pemahaman suatu konsep dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi maupun dalam kegiatan lain, dan dapat meningkatkan sifat percaya diri.
4. Memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan kolaboratif.
5. Memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian siswa.
6. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis.
7.Memadukan antara pemahaman materi ajar (content knowledge) dan pemahaman cara mendidik (pedagogical knowledge) yang berbaur menjadi satu yang perlu dimiliki oleh seorang guru. Ini yang disebut dengan konsep Pedagogical Content Knowledge. Konsep ini dapat mewujudkan pembelajaran yangefektif untuk menjelaskan materi tertentu, serta pemahaman tentang apa yang membuat materi tertentu lebih mudah dipelajari.

Inilah sekilas perbandingan atau penggabungan dari, Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host, kiranya dapat berguna kepada para guru dan calon guru. Semoga bermanfaat.

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host

Diperbaiki pada,  Februari, 20 2017 bahwa Tertulis; Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host, SEHARUSNYAMODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DAN HOTS.. Untuk itu mohon maaf kepada pembaca atas kesalahan Ketik ini. Terimakasih.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Minggu, 04 Februari 2018

Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS

STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PENYUSUNAN SOAL HOTS


Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS


Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS- yang harus diketahui oleh guru dalam melaksankan proses pembelajaran pada kurikulum 2013 revisi 2017, yang diawali strategi, impelentasi dan penyusunan soal Host. Bila dalam penyusunan soal HOST sudah diketahui maka soal-soal yang dibuat sudah memenuhi standar kurikulum 2017.


A. Strategi
Strategi penyusunan soal-soal HOTS dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen stakeholder di bidang pendidikan mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah, sesuai dengan tugas pokok dan kewenangan masing-masing.

1. Pusat
Direktorat Pembinaan SMA sebagai leading sector dalam pembinaan SMA di seluruh Indonesia, mengkoordinasikan strategi penyusunan soal-soal HOTS dengan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dan instansi terkait melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut.
a. Merumuskan kebijakan penyusunan soal-soal HOTS;
b. Menyiapkan bahan berupa modul penyusunan soal-soal HOTS;
c. Melaksanakan pelatihan pengawas, kepala sekolah, dan guru terkait dengan strategi penyusunan soal-soal HOTS;
d. Melaksanakan pendampingan ke sekolah-sekolah bekerjasama dengan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dan instansi terkait lainnya.

2. Dinas Pendidikan

Dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya di daerah, menindaklanjuti kebijakan pendidikan di tingkat pusat dengan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut.
a. Mensosialisasikan kebijakan penyusunan soal-soal HOTSdan implementasinya dalam Penilaian;
b. Memfasilitasi kegiatan penyusunan soal-soal HOTSdalam rangka persiapan penyusunan soal-soal;
c. Melaksanakan pengawasan dan pembinaan ke sekolah-sekolah.

3. Satuan Pendidikan
Satuan pendidikan sebagai pelaksana teknis penyusunan soal-soal HOTS, sebagai salah satu bentuk pelayanan mutu pendidikan. Dalam konteks pelaksanaan Penilaian, satuan pendidikan menyiapkan bahan-bahan Penilaiandalam bentuk soal-soal yang memuat soal-soal HOTS.
a. Meningkatkan pemahaman guru tentang penulisan butir soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).
b. Meningkatkan keterampilan guru untuk menyusun instrumen penilaian (High Order Thinking Skills/HOTS)

B. Implementasi
Penyusunan soal-soal HOTS di tingkat satuan pendidikan dapat diimplementasikan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut.
1. Kepala sekolah memberikan arahan teknis kepada guru-guru/MGMPsekolah tentang strategi penyusunan soal-soal HOTS yang mencakup:
a. Menganalisis KD yang dapat dibuatkan soal-soal HOTS;
b. Menyusunkisi-kisi soal HOTS;
c. Menulisbutir soal HOTS;
d. Membuat pedoman penilaian HOTS;
e. Menelaah dan memperbaiki butir soal HOT;
f. Menggunakan beberapa soal HOTS dalam Penilaian.
2. Wakasek kurikulum dan Tim Pengembang Kurikulum Sekolah menyusun rencana kegiatan untuk masing-masing MGMP sekolah yang memuat antara lain uraian kegiatan, sasaran/hasil,

pelaksana, jadwal pelaksanaan kegiatan.Kepala sekolah menetapkan dan menandatangani rencana kegiatan dan rambu-rambu tentang penyusunan soal-soal HOTS;
3. Kepala sekolah menugaskan guru/MGMP sekolah melaksanakan kegiatan sesuai rencana kegiatan;
4. Guru/MGMP sekolah melaksanakan kegiatan sesuai penugasan darikepala sekolah;
5. Kepala sekolah dan wakasek kurikulum melakukan evaluasi terhadap hasil penugasan kepada guru/MGMP sekolah;
6. Kepala sekolah mengadministrasikan hasil kerja penugasan guru/MGMP sekolah, sebagai bukti fisik kegiatan penyusunan soal-soal HOTS.

PENUGASAN DAN REFLEKSI

A. Penugasan
Agar pemahaman Anda tentang penyusunan soal HOTS lebih baik, kerjakan LK 1 dan LK 2. Pada LK 1 Anda akan dipandu untuklatihan menyusun kisi-kisi soal sesuai mata pelajaran yang Anda ampu dan kurikulum yang dilaksanakan di sekolah Anda. Sedangkan pada LK 2 Anda akan latihan menyusun soal HOTS. Untuk mengerjakan LK 1 dan LK 2 tersebut, Anda perlu menyiapkan KD mata pelajaran dan buku-buku referensi yang relevan sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah Anda.

B. Refleksi
1. Peserta
a. Menyampaikan keberhasilan berupa kemampuan menyusun kisi-kisi dan soal-soal HOTS.
b. Menyampaikan kelemahan yang ditemukan dari aktivitas pada modul ini sehingga masih ada yang belum dipahami atau membingungkan.
c. Menyampaikan tindak lanjut yang akan dilakukan untuk menerapkan hasil yang diperoleh dari modul.

2. Fasilitator
a. Menyampaikan keberhasilan peserta sesuai pengamatan selama kegiatan.
b. Menyampaikan hal-hal yang perlu diperbaiki dalam menyusun kisi-kisi dan soal-soal HOTS.
Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS-perlu dipelajari dan dilaksanakan oleh semua guru seiring dengan perkembangan kurikulum K13 revisi 2017.  Strategi penyusunan soal ini adalah standar 2017, Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah 

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Kamis, 01 Februari 2018

Modul Penyusunan Soal HOTS Pdf

Modul Penyusunan Soal HOTS Pdf

Modul Penyusunan Soal HOTS Pdf


Pada kurikulum 2013 Revisi 2017 yaitu menekankan pembuatan soal-soal yang berorientasi pada HOST. Untuk itu, Modul Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS); disajikan berikut ini untuk menjadi panduan para guru, dan satuan pendidikan. Naskah-naskah tersebut akan terus dikembangkan seiring dengan perkembangan ilmu dan tekhnologi agar menjadi lebih operasional untuk penyempurnaannya. Berikut ini dikutip dari, Modul Penyusunan Soal HOTS, 2017,

Modul Penyusunan Soal HOTS Pdf

Langkah Penyusunan Soal HOTS; 1) Materi Pokok, Peran Soal HOTS dalam Penilaian. 2) Penilaian dan Peran Soal HOTS dalam Penilaian. 3) Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS. 4)  Strategi,  Implementasi, Penugasan dan Refleksi 5)  Penugasan dan Refleksi. 

Silakan Download file lengkap pada paragraph terakhir di bawah ini.

Soal-soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yaitu kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Soal-soal HOTS pada konteks asesmen mengukur kemampuan: 1) transfer satu konsep ke konsep lainnya, 2) memproses dan menerapkan informasi, 3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, 4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, dan 5) menelaah ide dan informasi secara kritis. Meskipun demikian, soal-soal yang berbasis HOTS tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall.

Selamat bertemu pada Modul Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Modul ini terdiri atas 3 (tiga) materi pokok yang disusun sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan guru dalam penyusunan soal-soal HOTS . Penyajian materi pada modul ini diawali dengan pemaparan fokus dan uraian materi pada masing-masing materi pokok. Sedangkan pada bagian akhir modul dilengkapi dengan penugasan dan refleksi.

Materi-materi pokok dalam modul ini adalah sebagai berikut :
1.  Pengertian dan Konsep Soal HOTS
2.  Peran Soal HOTS dalam Penilaian
3.  Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS

Fokus Modul
Modul ini terdiri atas 3 (tiga) materi pokok yang masing-masing membahas materi yang saling berkaitan satu sama lain, terdiri atas:
1. Pengertian dan Konsep Soal HOTS
Bagian ini membahas tentang pengertian dan konsep soal HOTS, karakteristik soal-soal HOTS yang merupakan ciri khas soal HOTS dengan soal-soal bukan HOTS, level kognitif, dan langkah-langkah menyusun soal HOTS. Selain itu, pada bagian ini juga dipaparkan tentang bentuk-bentuk soal HOTS.

2. Peran Soal HOTS dalam Penilaian
Bagian ini membahas tentang peran soal HOTS dalam Penilaian disekolah, terkait dengan upaya penyiapan kompetensi yang dibutuhkan peserta didik menyongsong abad ke-21. Membangun kemampuan berpikir kreatif, inovatif, kritis, dan toleran serta kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi esensial yang dapat dilatih berbasis pembelajaran dan penilaian kelas. Peran soal HOTS lainnya dalam penilaianadalah meningkatkan mutu penilaian, membangun rasa cinta dan peduli peserta didik terhadap kemajuan daerahnya, serta dapat memotivasi siswa belajar sebagai bekal terjun ke masyarakat.

3. Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS
Pada bagian ini membahas tentang Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS, dimulai dari kebijakan di tingkat pusat (Direktorat Pembinaan SMA), dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, sampai pada implementasinya pada tingkat satuan pendidikan. Semua komponen harus terlibat secara aktif untuk ikut ambil bagian dalam melaksanakan kebijakan tentang penilaian hasil belajar menggunakan soal-soal yang HOTS dalam Penilaian.

Lihat Juga artikel Terkait, Panduan Penyusunan RPP SMP K13 Revisi 2017 Pdf,

Modul Penyusunan Soal HOSTS ini dikutip dari; 2017, Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk membaca lengkap, Modul Penyusunan Soal HOTS Pdf, ini Anda dapat langsung DOWNLOAD atau klik di SINI.


Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Selasa, 30 Januari 2018

Konsep Penilaian Hasil Belajar K13 Revisi 2017

Konsep Penilaian Hasil Belajar K13 Revisi 2017

Konsep Penilaian Hasil Belajar K13 Revisi 2017


Penilaian hasil belajar siswa dilakukan untuk mengukur pencapaian proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan oleh oleh; 1) Pendidik, 2) Satuan pendidikan, dan 3) Pemerintah. Konsep Penilaian Hasil Belajar K13, yang dilakukan oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Tahap berikut, Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai pencapaian Standar Kompetensi Lulusan untuk semua mata pelajaran.

Konsep Penilaian Hasil Belajar Siswa yang harus dilaksanakan meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan; 
1. Penilaian aspek sikap: dilakukan melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian lain yang relevan, dan pelaporannya menjadi tanggungjawab wali kelas.
2.  Penilaian aspek pengetahuan: dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai.
3. Penilaian keterampilan: dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

Konsep Penilaian Hasil Belajar K13 Revisi 2017Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan dalam bentuk ulangan, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan dalam bentuk penilaian akhir, ujian sekolah dan ujian sekolah berstandar nasional. Untuk merealisasikan penilaian ini perlu disusun panduan penilaian. (File lengkap ini dapat di DOWNLOAD di paragraph di bawah ini).

Tahap ke-tiga; Penilaian yang dilakukan oleh pemerintah bertuajuan untuk memetakan tingkat penguasaan kompetensi dasar (materi) yang dapat diserap oleh siswa di daerah tertentu pada satuan pendidikan tertentu.  

Artikel pendek ini disarikan dari panduan penilaian, Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Mengharapkan melalui panduan ini memfasilitasi pendidik dan satuan pendidikan dalam merencanakan, melaksanakan, menyusun laporan, dan memanfaatkan hasil penilaian

Baca Juga; Panduan Penilaian SMA/MA 2017 Ppt, yang lebih lengkap untuk penduan penilaian tersebut. 

File lengkap panduan penilaian atau, Konsep Penilaian Hasil Belajar K13 Revisi 2017, silakan DOWNLOAD boleh juga klik di SINI. Terimakasih telah berkunjung di blog ini, semoga berguna kepada bapak/ibuk guru. 
Boleh komentar di bawah ini...

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Jumat, 19 Januari 2018

Panduan Penilaian SMA/MA 2017 Ppt

Panduan Penilaian SMA/MA 2017 Ppt

Panduan Penilaian SMA/MA 2017 Ppt



Panduan Penilaian SMA/MA 2017 PptDalam melaksanakan Kurikulum 2013 Direktorat Pembinaan SMA sesuai dengan tugas dan fungsinya melakukan fasilitasi dan pembinaan dan pelatihan, pedoman, panduan, dan model-model yang telah dikembangkan pada tahun 2016 dan tahun 2017. Dalam Panduan Penilaian ini berisikan naskah-naskah implementasi Kurikulum 2013, antara lain: (1) Model-Model Pembelajaran; (2) Model Pengembangan RPP; (3) Model Peminatan dan Lintas Minat; (4) Panduan Supervisi Akademik; (5) Panduan Pengembangan Pembelajaran Aktif; (6) Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) Di SMA; (7) Panduan Pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM); (8) Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas; (9) Modul Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS); dan (10) Panduan Sukses E-Rapor SMA Versi 2017.

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan Panduan Penilaian SMA/MA terus dikembangkan agar menjadi lebih operasional dan menjadi referensi bagi kepala sekolah dan guru dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dan penilaian.


Untuk lebih sempurna membaca buku, Panduan Penilaian SMA/MA 2017 Ppt, silakan DOWNLOAD atau klik di SINI. Terimakasih atas kunjungannya.  

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

 
back to top