Jumat, 26 April 2019

KKO K13 Revisi 2018 Sesuai Mapel


KKO K13 Revisi 2018 Sesuai Mapel

KKO K13 Revisi 2018 Sesuai Mapel


KKO K13 Revisi 2018 Sesuai Mapelbahwa kata kerja operasional (KKO) yang digunakan di setiap mata pelajaran (Mapel) berbeda sesuai dengan jenis karakteristik mapel. Adm pembelajaran.com, kali ini ingin berbagi bahwa KKO K13 Revisi 2018 agar dapat digunakan dalam pembuatan soal atau penugasan sesuai karakteristik jenis mapel. 

KKO K13 Revisi 2018 Sesuai Karakter Mapel

Berikut ini disajikan contoh KKO menurut mata pelajaran (mapel) seperti pada mapel berikut; 

1.    Berhubungan dengan Perilaku Sosial,
2.     Berhubungan dengan Kompetensi Berpikir tingkat Tinggi (HOTS)
3.    Berhubungan dengan Kompetensi Musik (seni)
4.    Berhubungan dengan Kompetensi Bahasa
5.    Berhubungan dengan Kompetensi Drama
6.    Berhubungan dengan Kompetensi Seni Lukis
7.    Berhubungan dengan Kompetensi Fisik (Jasmani
8.    Berhubungan dengan Prilaku Kreatif
9.    Berhububgan dengan Kompetensi Matematika
10. Berhubungan dengan Kompetensi Sains




KKO K13 Revisi 2018 Sesuai Mapel

Artikel Terkait silakan klik, KKO Kurikulum 2013 Revisi 2018

Di atas ini adalah contoh Kata Kerja Operasional (KKO) revisi 2018 yang dapat digunakan yang sesuai di berbagai mapel  tersebut.  Secara lengkap anda dapat men-download pada paragraf di bawah ini; Silakan Klik DOWNLOAD atau pada KKO K13 Revisi2018 Sesuai Mapel. Demikian semoga bermanfaat dan dapat digunakan menurut karakteristik mapel masing-masing.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Selasa, 19 Maret 2019

Permendikbud 37 Tahun 2018 Tentang KI dan KD Pdf

Permendikbud 37 Tahun 2018 Tentang KI dan KD Pdf


Permendikbud 37 Tahun 2018 Tentang KI dan KD Pdf

Permendikbud 37 Tahun 2018 Tentang KI dan KD Pdf, yang menekankan pada muatan informatika  pada kompetensi inti (KI) dan  kompetensi dasar (KD) pelajaran pada kurikulum 2013 pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah, yang merupakan penyempurnaan perubahan atas permendikbud nomor 24 tahun 2016 tentang KI dan KD pelajaran pada kurikulum 2013 pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.


Permendikbud No 37 Tahun 2018 Tentang KI dan KD agar dapat diterapkan mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA. (Tahun pelajaran 2019/20120).

Untuk memenuhi kebutuhan dasar peserta didik Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tersebut bertujuan untuk mengembangkan kemampuannya  pada era digital, perlu menambahkan  dan  mengintegrasikan muatan   informatika   pada   kompetensi dasar  dalam kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013 pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah; dalam hal ini perlu menetapkan Permendikbud tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Penekanan perubahan atas permendikbud tersebut adalah muatan informatika di setiap jenjang mulai SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA. Sebagaimana disebutkan dalam pasal 1 dalam keputusan permen 37 tahun 2018 ini. Bahwa Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan  Menengah  (Berita  Negara  Republik  Indonesia Tahun 2016 Nomor 971) diubah sebagai berikut:
1. Di antara Pasal 2 dan Pasal 3 disisipkan 1 (satu) Pasal yaitu Pasal 2A sebagai berikut:
Pasal 2A

(1) Muatan informatika pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dapat digunakan sebagai alat pembelajaran dan/atau dipelajari melalui ekstrakurikuler dan/atau muatan lokal.
(2) Mata Pelajaran Informatika pada Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah (SMA/MA) dimuat dalam Kompetensi Dasar yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.


2. Kompetensi  Inti dan Kompetensi  Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan  Nomor 24 Tahun 2016  tentang Kompetensi  Inti  dan  Kompetensi  Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah diubah  dengan menambahkan  Kompetensi  Inti dan Kompetensi  Dasar Informatika SMP/MTs pada nomor urut 60 dan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Informatika SMA/MA pada nomor urut 61 sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam  Lampiran  yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini.
Sebagaimana pada Pasal II, Peraturan  Menteri  ini mulai    berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 14 Desember 2018. Inti dari pengeluaran Permen 37 Tahun 2018 Tentang KI dan KD adalah menambah Kd dan KI pada Informatika.
Untuk lebih lengkap; Permendikbud 37 Tahun 2018 tentang KI dan KD Pdf silakan download pada link berikut. Di sini.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Rabu, 26 Desember 2018

Standar Isi Kurikulum 2013 Revisi 2017 SMP


Standar Isi Kurikulum 2013 Revisi 2017 Smp/Mts, Bag 2

Standar Isi Kurikulum 2013 Revisi 2017 Smp/Mts

Bagian kedua;
Standar isi kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Standar Isi Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang memenuhi standar Standar Penddikan Nasional (SNP) adalah memenuhi standar kompetensi ispritual (KI 1), Kompetensi sosial (KI 2),  kompetensi pengetahuan (KI 3), dan kompetensi ketrampilan (KI 4). Rincian standar isi tersebut sebagaimana sudah dibahas sebelumnya di belakang.

 Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah 

Standar Isi KTSP Kurikulum 2013 tingkat SMP/MTs

7.  KTSP disusun mengacu pada Kerangka Dasar pada Standar Isi meliputi:
1)  Perumusan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan.
2)  Pengorganisasian muatan kurikuler satuan pendidikan.
3)  Pengaturan beban belajar siswa dan beban kerja guru pada tingkat kelas.
4)  Penyusunan kalender pendidikan satuan pendidikan.
5)  Penyusunan silabus muatan atau mata pelajaran muatan lokal.
6)  Penyusunan    rencana    pelaksanaan    pembelajaran    setiap    muatan pembelajaran.

Dibuktikan dengan:
1)  Dokumen   KTSP   bagian   kerangka   dasar   sesuai   dengan   pedoman pengembangan KTSP.
2) Dokumen silabus semua mata pelajaran dalam bentuk soft copy atau hard copy.
8.     Prosedur operasional pengembangan KTSP meliputi:
1) Analisis mencakup:
a) Analisis    ketentuan    peraturan    perundang-undangan    mengenai Kurikulum.
b) Analisis kebutuhan siswa, satuan pendidikan, dan lingkungan. c)  Analisis ketersediaan sumber daya pendidikan.
2) Penyusunan mencakup:
a) Perumusan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan.
b) Pengorganisasian muatan kurikuler satuan pendidikan.
c)  Pengaturan beban belajar siswa dan beban kerja guru pada tingkat kelas.
d) Penyusunan kalender pendidikan satuan pendidikan.
e) Penyusunan silabus muatan atau mata pelajaran muatan lokal.
f)  Penyusunan   rencana   pelaksanaan   pembelajaran   setiap   muatan pembelajaran.
3) Penetapan dilakukan kepala sekolah/madrasah  berdasarkan hasil rapat dewan pendidik satuan pendidikan dengan melibatkan komite sekolah/madrasah.
4) Pengesahan    dilakukan    oleh   pemerintah    daerah   sesuai   dengan
kewenangannya.

Dibuktikan dengan dokumen KTSP yang telah disahkan.



9.    SMP/MTs melaksanakan kurikulum sesuai Pedoman. (1) Struktur Kurikulum
A. Struktur Kurikulum SMP

Struktur Kurikulum SMP-Standar Isi Kurikulum 2013 Revisi 2017 Smp/Mts

Keterangan:
1) Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.
2) Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal.
3) Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.
4) Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah.
5) Khusus   untuk   Madrasah   Tsanawiyah   struktur   kurikulum   dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Kementerian Agama.

B. Struktur Kurikulum MTs

Beban Belajar dan Struktur Kurikulum Madrasah Tsanawiyah (MTs)


MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR
PERMINGGU
VII
VIII
IX
Kelompok A



1.
Pendidikan Agama Islam




a. Al-Qur’an Hadis
2
2
2

b. Akidah Akhlak
2
2
2

c. Fikih
2
2
2

d. Sejarah Kebudayaan Islam
2
2
2
2.
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan

3

3

3
3.
Bahasa Indonesia
6
6
6
4.
Bahasa Arab
3
3
3
5.
Matematika
5
5
5
6.
Ilmu Pengetahuan Alam
5
5
5
7.
Ilmu Pengetahuan Sosial
4
4
4
8.
Bahasa Inggris
4
4
4
Kelompok B



1.
Seni Budaya
3
3
3

2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

3

3

3
3.
Prakarya
2
2
2
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu
46
46
46

Beban belajar di MTs merupakan  keseluruhan  kegiatan  yang harus diikuti siswa dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran.

1) Beban  belajar  di  Madrasah  Tsanawiyah  dinyatakan  dalam  jam pembelajaran  per minggu. Beban belajar satu minggu Kelas VII, VIII, dan IX adalah 46 jam pembelajaran.  Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
2) Beban belajar di Kelas VII, VIII, dan IX dalam satu semester paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu.
3) Beban belajar dikelas IX pada semester  ganjil paling sedikit 18 minggu dan paling       banyak 20 minggu.
4) Beban belajar dikela IX pada semester genap paling sedikit 14
Minggu dan paling banyak 16 minggu.
5) Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu.

Penugasan yang diberikan guru meliputi dua bagian; penugasan terstruktur dan Kegiatan mandiri tidak terstruktur. Penugasan tersebut sbb;

(2) Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman   materi  pembelajaran   oleh  siswa  yang  dirancang  oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik.

Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh siswa yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai  standar kompetensi.  Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh siswa.

Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, paling banyak
50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan

(3) Penambahan Beban Belajar
Satuan  pendidikan  dapat  menambah  beban  belajar  2  (dua)  jam  per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting.

(4) Mata Pelajaran Seni Budaya, Prakarya, dan Kewirausahaan
Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya, Prakarya, dan kewirausahaan, satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 dari 4 aspek yang disediakan.  Siswa  mengikuti  salah  satu  aspek  yang  disediakan  untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semester.

(5) Kegiatan Pengembangan Diri
Kegiatan   pengembangan    diri   berupa   ekstrakurikuler    terdiri   atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS), palang merah  remaja  (PMR),  dan lainnya  sesuai  dengan  kondisi  dan potensi masing-masing satuan pendidikan.

Dibuktikan dengan:
1) Struktur kurikulum di sekolah/madrasah.
2) Dokumen penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri.
3) Jadwal pelajaran, daftar hadir, dan RPP.
4) Hasil belajar seni budaya, prakarya, dan kewirausahaan.
5) Laporan kegiatan pengembangan diri dan ekstrakurikuler.


Demikian Standar Isi Kurikulum 2013 Revisi 2017 Smp/Mts, bagian kedua yang merupakan lanjutan dari artikel sevelumnya. Dalam Standar Isi Kurikulum 2013 ini menekankan adanya penugasan kepada siswa. semoga dapat menambah ingatan kita akan muatan isi dari pada kurikulum 2013 smp/MTs.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

 
back to top