Selasa, 20 Februari 2018

27 Cara Menjadi Guru Kelas Efektif

27 Cara Menjadi Guru Kelas Efektif

27 Cara Menjadi Guru Kelas Efektif

Berbagai pendekatan- cara guru efektif agar tercipta proses pembelajaran yang baik, menyenangkan para murid sehingga tujuan pendidikan nasional tercapai, menjadi anak cerdas dan beraklak mulia. Dalam hal ini, 27 Cara Menjadi Guru Kelas Efektif- dipandang efektif untuk guru kelas dalam melaksanakan proses pembelajaran.

1. Bergabunglah dengan guru terbaik
2. Pertahankan kontak dengan keluarga
3. Baca teknik pengajaran terbaik
4. Selidiki penemuan baru dengan kelas
5. Memasukkan musik ke dalam kelas
6. Tantang siswa Anda di luar jangkauan mereka saat ini
7. Memasukkan media sosial
8. Menghargai usaha yang bagus
9. Percobaan di kelas
10. Ciptakan perspektif global
11. Dorong banyak pertanyaan
12. Jangan band-aid atau menutupi kebingungan siswa
13. Berikan semua peralatan kepada siswa Anda untuk sukses
14. Banyak Tidur (istirahat)
15. Pertahankan makanan sehat
16. Jangan meninggikan suara Anda. Pertahankan kendali Anda
17. Jangan tarik gigi. dorong siswa bersama
18. Tumbuh bersama dengan kelasmu
19. Jatuhkan pelajaran Anda di dunia mereka
20. Pertahankan tingkat energi Anda
21. Temukan kunci keberhasilan setiap siswa dan gunakanlah
22. Dorong keluar dari kotak berpikir
23. Biarkan siswa mengekspresikan diri mereka menggunakan seni
24. Biarkan siswa menghapusnya kemarin dan mulai dengan bersih setiap hari
25. Hentikan ceramah dan biarkan siswa berbicara
26. Ngobrol dengan murid-muridmu
27. Jangkau siswa yang berjuang dan siswa yang sukses.

Sumber: www.educatorstechnology.com

Inilah masukan untuk guru kelas bahwa ada, 27 Cara Menjadi Guru Kelas Efektif, yang mungkin dapat diterapkan di kelas dalam membina, membimbing dan dalam proses pembelajaran serta membangun komunikasi dengan orangtua/ wali muri. semoga berguna.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Jumat, 16 Februari 2018

Panduan Penyusunan RPP SMP K13 Revisi 2017 Pdf

Panduan Penyusunan RPP SMP K13 Revisi 2017 Pdf

Panduan Penyusunan RPP SMP K13 Revisi 2017 Pdf



A. Pengertian RPP
Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran yang dilakukan sebagai persiapan oleh guru kepada siswanya sebagai langkah awal dalam proses belajar mengajar (PBM) ketika tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan berdasarkan  silabus sebagai usaha untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. RPP dikembangkan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran. Bertujuan agar persiapan guru ketika melaksanakan proses pembelajaran sudah siap RPP.

RPP disusun dengan memperhatikan; perbedaan kemampuan tingkat intelektual, bakat, motivasi belajar, minat, potensi, kemampuan sosial, gaya belajar,emosi, latar belakang budaya, kebutuhan khusus, , norma, kecepatan belajarnilai, dan/atau lingkungan peserta didik. Tahapan pelaksanaan proses pembelajaran adalah untuk membantu peserta didik mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan

Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis sebagai langkah awal dari proses pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan efisien dalam rangka mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi. RPP disusun berdasarkan serangkaian KD yang dilaksanakan tiap pertemuan. Penyusunan RPP ini dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran, namun perlu diperbaharui sebelum pembelajaran dilaksanakan.

Pengembangan RPP dapat dilakukan secara mandiri atau secara berkelompok melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di sekolah/madrasah. Sebaiknya hal ini dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh kepala sekolah/madrasah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah/madrasah.Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara berkelompok melalui MGMP antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasikan dan disupervisi oleh pengawas atau Dinas Pendidikan atau Kantor Kementerian Agama setempat.

Dalam Kurikulum 2013 sebagaimana disebutkan dalam Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa peserta didik harus diajarkan untuk mencari tahu bukan diberi tahu. Prinsip ini merujuk pada konsep pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student active learning).

B. Prinsip Penyusunan RPP
Prinsip yang harus diperhatikan guru yaitu;
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
2. Berpusat pada peserta didik
3. Berbasis konteks
4. Berorientasi kekinian
5. Mengembangkan kemandirian belajar
6. Memberi umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran
7. Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atauantarmuatan
8. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi


Peserta didik adalah subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, peserta didik perlu didorong untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkanide-idenya.


Untuk Lengkap, Panduan Penyusunan RPP SMP K13 Revisi 2017 Pdf, silakan DOWNLOAD atau klik di SINI.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Kamis, 15 Februari 2018

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan HOST

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan HOSTPengembangan model pembelajaran di kurikulum 2013 revisi 2017 telah meningkatkan model pembelajaran yang memadukan metode Quantum dan HOTS diharapkan dapat menyenangkankan para siswa dalam proses belajar mengajar. Pengembanagan Model Pembelajaran Quantum Teaching dengan Kemampuan HOTS (higher order thinking skills)  yang digabungkan bertujuan untuk memberi kesan menyenangkan dalam pembelajaran dan memberi  kesempatan kepada peserta didik agar mampu untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta yang dikebangkan oleh guru sesuai dengan karakteristiknya.

Berikut ini kami kutip dari buku, Model-Model Pembelajaran, 2017, Direktorat Pembinaan SMA adalah sebagai berikut:

Model Pembelajaran Quantum Teaching
Quantum Teaching merupakan proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan. Pembelajaran Quantum Teaching mencakup petunjuk untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif merancang pengajaran, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar. Quantum Teaching merupakan suatu proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan membuat proses tersebut menjadi lebih menyenangkan. Cara ini memberikan sebuah gaya mengajar yang memberdayakan siswa untuk berprestasi lebih dari yang dianggap mungkin. Juga membantu guru memperluas keterampilan siswa dan motivasi siswa, sehingga guru akan memperoleh kepuasan yang lebih besar dari pekerjaannya. 


Langkah-langkah pembelajaran Quantum Teaching

1. Tumbuhkan
Guru membuat pertanyaan tentang kemampuan siswa dengan memanfaatkan pengalaman siswa dan mencari tanggapan, manfaat serta komitmen siswa. Guru membuat strategi dengan melakukan aplikasi ataupun cerita tentang pelajaran yang bersangkutan.

2. Alami
Guru memanfaatkan pengetahuan dan keingintahuan siswa berdasarkan pengalaman siswa dan mampu mengasah otak siswa agar dapat menyelesaikan masalah. Siswa dapat memahami informasi ataupun kegiatan serta memanfaatkan fasilitas yang ada sesuai dengan kebutuhan 

3. Namai
Pemberian nama (simbol-simbol) ataupun identitas dan mendefinisikan suatu pertanyaan. Guru mengajarkan konsep, keterampilan berpikir, dan strategi belajar dengan menggunakan gambar, warna, alat bantu, kertas atau alat yang lainnya. Siswa dapat mengetahui informasi, fakta, rumus, pemikiran, tempat dan sebagainya berdasarkan pengalaman agar pengetahuan tersebut berarti.

4. Demonstrasikan
Guru memberi peluang untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan siswa ke dalam pembelajaran yang lain dan ke dalam kehidupannya. Siswa dapat memperagakan atau mengaplikasikan tingkat kecakapannya dengan pelajaran.

5. Ulangi
Guru mengulangi hal-hal yang kurang jelas bagi siswa. Siswa dapat dengan mudah memahami dan mengetahui pelajaran tersebut. Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengajarkan pengetahuan kepada siswa yang lain.

6. Rayakan
Mengadakan perayaan bagi siswa akan mendorong siswa memperkuat rasa tanggung jawab dan mengamati proses belajar sendiri. Perayaan tersebut akan mengajarkan siswa mengenai motivasi belajar, kesuksesan, langkah menuju kemenangan. Pujian yang didapatkan akan mendorong siswa agar tetap dalam keadaan bersemangat dalam proses belajar mengajar.

Pengembangan Kemampuan HOTS melalui Model Pembelajaran
Pembelajaran yang disajikan sebaiknya dapat memotivasi siswa untuk berfikir kritis, logis, dan sistematis sesuai dengan karakteristik tiap mata pelajaran, serta memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills atau HOTS). Berdasarkan kategori tingkat berpikir yang dikemukakan oleh Anderson, dkk (2001), ada kemampuan berpikir yang lebih tinggi yang harus dikuasai oleh peserta didik yaitu kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Oleh sebab itu, guru dianjurkan untuk mendorong siswanya memiliki kemampuan tersebut dengan menyajikan pembelajaran yang variatif serta pemberian materi yang “tidak biasa” yang dikembangkan dari pasangan KD pada KI 3 dan KD pada KI4 melalui pengembangan dan penggunaan model pembelajaran yangs sesuai. Karakteristik pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir HOTS, antara lain sebagai berikut.

Langkah-langkah Pembelajaran HOTS

1) Mengundang peran aktif siswa.
2) Mendorong aktivitas fisik dan mental siswa lebih tinggi.
3) Mendorong kreatifitas peserta didik memecahkan masalah dan menemukan solusi.
4) Terbuka peluang bagi siswa menggunakan teknik, media, dan peralatan yang beragam.
5) Siswa menggunakan pengetahuan, emosi, keterampilan, dan ekspresi lainnya dari sudut pandang beragam.
6) Pengetahuan yang dikembangkan pada dimensi konseptual dan procedural yang mendorong tumbuhnya keterampilan metakognitif.
7) Didesain dalam kondisi nyata/hampir nyata, situasi baru yang terduga, hingga situasi baru yang tak terduga.

Berikut contoh kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada matapelajaran Kimia kelas X pada pasangan KD 3.8 dan 4.8 menggunakan model discovery learning.
3.8 Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya
4.8 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan melalui perancangan dan pelaksanaan percobaan.

1. Memberi stimulus (Stimulation)
  Guru menyajikan bahan kajian berupa gambar dan video orang sedang
    mencari ikan di sungai menggunakan arus listrik. Pada saat penayangan gambar atau  video, Guru menyampaikan kepadasiswa bahwa cara mencari ikan seperti gambar ini adalah berbahaya bagi pencari ikan dan  dapat membuat rusaknya ekosistem air. Oleh karena itu cara seperti ini jangan ditiru oleh siswa.


2. Mengidentifikasi masalah (Problem Statement)
    Siswa mengidentifikasi kejadian dalam video untuk didorong memunculkan pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik, antara lain berikut.
a. Mengapa arus listriknya tidak mengenai ikan tetapi ikannya bisa mati?
b. Apakah terdapat zat kimia dalam air sungai tersebut ?
c. Apakah ada pengaruh zat kimia tersebut sehingga bisa membuat ikan mati ?

3. Mengumpulkan data (Data Collecting)
   Siswa mencari dan mengumpulkan data/informasi tentang hubungan video tersebut dengan sifat larutan, melalui studi literatur dan percobaan daya hantar listrik secara berkelompok, selanjutnya siswa diminta untuk melakukan pengumpulan data mengenai gejala-gejala yang ditimbulkan oleh berbagai larutan yang di uji.

4. Mengolah data (Data Processing)
   Siswa melakukan pengolahan data hasil percobaan larutan elektrolit dengan cara berdiskusi.

5. Memferifikasi (Verification)
   Siswa membandingkan hasil diskusi antar kelompok untuk mengklasifikasi dan menganalisis larutan elektrolit kuat, lemah, dan non-elektrolit.

6. Menggeneralisasikan (Generalitation)
   Siswa menggeneralisasikan hasil kesimpulannya pada permasalahan larutan elektrolit dalam kehidupan sehari-hari.


Tujuan Pengembangan Model Pembelajaran
Model pembelajaran dikembangkan guru sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran berkaitan dengan pencapaian dan pengembangan kompetensi siswa yang meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang dijelaskan dalam Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 dan permendikbud no 22 Tahun 2016, maka sebuah model pembelajaran yang dikembangkan memiliki tujuan antara lain berikut.

1. Mendorong siswa untuk interaktif dalam pembelajarannya, baik dengan gurunya,  antar sesamanya, maupun antar dirinya dengan sumber belajar.
2. Memberikan inspirasi kepada siswa untuk lebih meningkatkan kreativitas dan keinginan tahuannya terhadap pemahaman suatu konsep dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi maupun dalam kegiatan lain, dan dapat meningkatkan sifat percaya diri.
4. Memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan kolaboratif.
5. Memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian siswa.
6. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis.
7.Memadukan antara pemahaman materi ajar (content knowledge) dan pemahaman cara mendidik (pedagogical knowledge) yang berbaur menjadi satu yang perlu dimiliki oleh seorang guru. Ini yang disebut dengan konsep Pedagogical Content Knowledge. Konsep ini dapat mewujudkan pembelajaran yangefektif untuk menjelaskan materi tertentu, serta pemahaman tentang apa yang membuat materi tertentu lebih mudah dipelajari.

Inilah sekilas perbandingan atau penggabungan dari, Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host, kiranya dapat berguna kepada para guru dan calon guru. Semoga bermanfaat.

Edited,  Februari, 20 2017 bahwa Tertulis; Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host, SEHARUSNYAMODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DAN HOTS.. Untuk itu mohon maaf kepada pembaca atas kesalahan Ketik ini. Terimakasih.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Jumat, 09 Februari 2018

Instrumen PKG Kepala Perpustakaan Document

Instrumen PKG Kepala Perpustakaan Document


Instrumen PKG Kepala Perpustakaan Document


Instrumen PKG Kepala Perpustakaan Document- Instrumen Penilaian Kinerja Guru dengan Tugas Tambahan Kepala Perpustakaan- Instrumen ini terdiri dari sepuluh (10) yang dibagi dari beberapa kriteria dan indikator.  Instrumen Penilaian Kinerja Guru dengan Tugas Tambahan Sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah. Pada komponen pertama memiliki 7 kriteria, diantaranya yang harus disiapkan misalnya pada :

Komponen 1: Merencanakan program perpustakaan sekolah/madrasah,
1.    Merencanakan program pengembangan koleksi.
1)  Rencana pengembangan koleksi tertulis jangka menengah dan panjang.
2)  Rencana pengembangan koleksi tahunan
3)  Dokumen  skala prioritas pengembangan koleksi pada tahun berjalan
4)  Dokumen keterlibatan guru dan siswa dalam pengembangan koleksi perpustakaan
5)  Jadwal kegiatan/pelaksanaan Panduan pengembangan koleksi

2.  Merencanakan pengembangan sarana dan prasarana.
1)   Program perencanaan pengembangan jangka panjang bidang sarana dan prasarana
2)    Program tahunan  pengembangan sarana dan prasarana
3)    Dokumen skala prioritas perencanaan program
4)    Jadwal kegiatan / pelaksanaan

3.  Merencanakan pengembangan SDM tenaga perpustakaan
1)  Program perencanaan pengembangan jangka panjang bidang SDM
2)   Program tahunan  pengembangan SDM  prasarana
3)  Dokumen skala prioritas perencanaan program
            4)  Jadwal kegiatan / pelaksanaan


4.  Merencanakan Anggaran 
1)  program perencanaan anggaran perpustakaan
2)   Dokumen sumber-sumber anggaran
3) Dokumen skala prioritas perencanaan program
4)  Jadwal kegiatan / pelaksanaan

5.  Merencanakan program promosi perpustakaan.
1)  program rencana pengembangan jangka bidang promosi
2)   program tahunan  pengembangan  promosi perpustakaan
3) Dokumen bentuk promosi
4)  Jadwal kegiatan / pelaksanaan

6.  Merencanakan pengembangan program Kualifikasi tenaga perpustakaan.
1) Program rencana pengembangan jangka panjang bidang kualifikasi tenaga perpustakaan sekolah
2) program tahunan  pengembangan  bidang kualifikasi tenaga perpustakaan sekolah
3)  Hasil  analisis kualifikasi tenaga perpustakaan sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah
4)    Dokumen skala prioritas perencanaan program
5)   Jadwal kegiatan / pelaksanaan

7. Merencanakan pengembangan program Kompetensi tenaga perpustakaan sekolah  program promosi perpustakaan.
1)  Program rencana  pengembangan jangka panjang bidang kompetensi tenaga perpustakaan sekolah 
2)    program tahunan  pengembangan kompetensi tenaga perpustakaan sekolah 
3) Hasil analisis kompetensi tenaga perpustakaan sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah
4)   Dokumen skala prioritas perencanaan program
5) Jadwal kegiatan / pelaksanaan


Di atas hanya 1 komponen yang terdiri dari 7 kriteria sebagai contoh. Semuanya ada sepuluh (10) komponel. Untuk kesempurnaannya Anda Boleh Download di bawah ini. 


Instrumen Penilaian Kinerja Guru dengan Tugas Tambahan Kepala Perpustakaan 

Instrumen PKG Kepala Perpustakaan Document


Kesepuluh 10 komponen tersebut adalah:
1. Komponen 1: Merencanakan program perpustakaan sekolah/madrasah
2. Komponen 2 : Melaksanakan Program Perpustakaan Sekolah/Madrasah
3. Komponen 3: Mengevaluasi program perpustakaan sekolah/madrasah
4. Komponen 4Pengelolaan Informasi
5. Komponen 5: Mengorganisasi layanan jasa informasi perpustakaan
6. Komponen 6 : Menerapkan teknologi informasi dan Komunikasi
7. Komponen   7:  Menerapkan Program Literasi Informasi dan Promosi Perpustakaan
8. Komponen  8: Menerapkan Wawasan Kependidikan
9. Komponen 9: Kepribadian dan Sosial
10. Komponen 10:  Mengembangkan profesionalitas Kepustakawanan



Untuk Download lengkap file- Instrumen PKG Kepala Perpustakaan Document- Silakan klik di SINI langsung ter-DOWNLOAD.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

 
back to top