Jumat, 30 Maret 2018

Buku Tema 5 Kelas 2 Revisi 2017 Pdf

Buku Tema 5 Kelas 2 Revisi 2017 Pdf

Buku Tema 5 Kelas 2 Revisi 2017 Pdf


Buku Tema 5 Pengalamanku Buku Tematik Terpadu kurikulum 2013 sebagai buku pengangan guru SD/MI Kelas 2 Revisi 2017Buku   ini   terdiri  atas 4 subtema, yaitu  Pengalamanku di Rumah, Pengalamanku di Sekolah, Pengalamanku di Tempat Bermain, dan Pengalamanku di Tempat Wisata. Dalam setiap subtema terdiri atas 6 pembelajaran dan diberikan refleksi dengan ikon “Sekarang Aku Bisa”  di setiap akhir subtema. Melalui refleksi ini  diharapkan siswa mampu mengukur sendiri kompetensi yang  telah dikuasainya setelah mengikuti proses pembelajaran selama 1 subtema.

Buku ini mengadopsi pendekatan tematik terpadu dalam setiap pembelajaran. Pendekatan tematik terpadu dipilih dengan beberapa pertimbangan. Pertama, sesuai  perkembangannya lebih   mudah  memahami  pengetahuan  faktual, diajak melalui tema-tema  siswa dapat diajak mengikuti proses pembelajaran transdisipliner di mana kompetensi yang  diajarkan dikaitkan dengan konteks siswa  dan  lingkungannya. Kedua,   melalui  pendekatan  tematik  terpadu, pembelajaran  multidisipliner-interdisipliner dapat  diwujudkan  sehingga tumpang  tindih antarmateri  pembelajaran yang   selama  ini   terjadi dapat dihindari  demi  tercapainya  efisiensi materi  pembelajaran  dan  efektivitas penyerapannya oleh  siswa.

Buku   ini  disusun mengacu kepada kurikulum berbasis kompetensi sesuai dengan amanat Kurikulum  2013.  Di  dalamnya dirumuskan secara terpadu kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang  harus dikuasai oleh siswa. Selain itu,  dirumuskan juga proses pembelajaran dan penilaian yang diperlukan untuk  memastikan  ketercapaian  kompetensi  yang   diinginkan. Proses pembelajaran yang dirancang berbasis pada aktivitas dengan melibatkan siswa secara aktif  dalam proses pembelajaran. Di dalamnya dirancang urutan pembelajaran yang  dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan yang  harus dilakukan siswa. Buku Tema 5 Kelas 2 Revisi 2017 pdf  untuk SD/MI ini  mengarahkan kepada kegiatan yang  harus dilakukan siswa bersama  guru dan  teman-teman  sekelasnya untuk mencapai kompetensi tertentu. Pemanfaatan buku   ini  mengarahkan siswa untuk kegiatan hanya yang  tercantum di  dalamnya secara mandiri atau kelompok. Buku  ini  bukan hanya buku  yang  materinya dibaca, diisi, ataupun dihafal.

Buku Tema 5 Kelas 2 Revisi 2017 Pdf  ini baru menjabarkan usaha minimal yang  harus dilakukan siswa untuk mencapai  kompetensi yang   diharapkan.  Sesuai dengan  pendekatan  yang digunakan dalam Kurikulum  2013,  siswa hendaknya diajak untuk mencari sumber belajar lain  yang  tersedia dan terbentang luas di  sekitarnya. Peran dan  kreativitas guru dalam  meningkatkan dan  menyesuaikan daya serap siswa dengan  ketersediaan kegiatan pada  buku   ini  sangat  penting. Guru dapat memperkaya pemahaman dan pengalaman siswa dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain  yang  sesuai dan relevan yang  serta bersumber dari  lingkungan sosial dan alam sekitar.

Untuk lebih sempurna buku ini, Buku Tema 5 Kelas 2 Revisi 2017 Pdf, silakan Download dengan klik berikut pada DOWNLOAD. Demikian semoga bermanfaat kepada teman-teman guru.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Senin, 05 Maret 2018

Buku Kerja Guru K13 Revisi 2018

Buku Kerja Guru K13 Revisi 2018


Buku Kerja Guru K13 Revisi 2018

Dalam kurikulum 2013 telah terjadi penyempurnaan kembali sebagaimana hasil rapat Bimtek Kemdikbud bahwa, Buku Kerja Guru K13 Revisi 2018, sebagai bagian dari tugas proses belajar mengajar (PBM), guru harus menyiapkan buku kerjanya pada tahun ajaran baru 2018 diharapkan dapat melengkapi buku kerja guru sebagaimana diuraikan dibawah 4 kelompok buku kerja. Disamping menyiapkan buku kerja guru sebagai bagian kompetensi paedagogik. Bahwa  melaksanakan PBM adalah satu bagian, administrasi (buku guru) adalah bahagian yang kedua penting dan perlu dipersiapkannya di awal tahun ajaran baru.

Dalam hal system penilaian setelah terjadi kegiatan pembelajaran atau PBM guru harus melakukan penilaian (evaluasi) kepada siswa. Dalam hal penilaian jika terjadi perbedaan jumlah skors dari hasil penilaian pada satu Kompetensi Dasar (KD), misalnya ada dua tahap “Nilai Praktek” dalam satu KD, maka nilai yang diambil adalah nilai yang tertinggi. Perhitungan Nilai keterampilan “dalam satu KD ditotal penilain yang terdiri dari;  (Praktek, Produk, Portopolio), dan diambil nilai rata-rata. Untuk pengetahuan, bobot penilaian harian, dan penilaian akhir semester itu sama. Di samping itu penerapan Pendekatan scientific 5 M tidak perlu diterapkan secara bersamaan, tapi disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu tergantung materi yang sesuai penerapannya.  

Buku Kerja Guru K13 Revisi 2018

Kelengkapan Buku Kerja Guru ada 4 kelompok yaitu Administrasi Guru 2018 yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut:

A. BUKU KERJA 1 :
1. SKL, KI, dan KD
2. Silabus
3. RPP
4. KKM

B. BUKU KERJA 2 :
1. Kode Etik Guru
2. Ikrar Guru
3. Tata Tertib Guru
4. Pembiasaan Guru
5. Kalender Pendidikan
6. Alokasi Waktu
7. Program Tahunan
8. Program Semester
9. Jurnal Agenda Guru

C. BUKU KERJA 3 :
1. Daftar Hadir
2. Daftar Nilai
3. Penilaian Akhlak/Kepr
4. Analisis Hasil Ulangan
5. Progpel Perbaikan & Pengayaan
6. Daftar buku Pegawai Guru/Siswa
7. Jadwal Mengajar
8. Daya Serap Siswa
9. Kumpulan Kisi soal
10. Kumpulan Soal
11. Analisis Butir Soal
12. Perbaikan Soal

D. BUKU KERJA 4 :
1. Daftar Evaluasi Diri Kerja Guru
2. Program Tindak Lanjut Kerja Guru


Inilah informasi kepada guru bahwa; Buku Kerja Guru K13 Edisi 2018, merupakan konsekwensi penyempurnaan kelengkapan administrasi guru yang harus dilengkapi disamping PBM.

Penerapan kelengkapan, Buku Kerja Guru k13 edisi 2018, dengan kata lain adalah administrasi guru ini diharapakan tahun ajaran baru 2018 ini dapat disiapkan oleh guru. Disamping administrasi lainnya, misalnya; Buku Catatan Kelebihan dan Kekurangan Siswa, dan buku adminstrasi lainnya. Demikian semoga bermanfaat. 

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Sabtu, 03 Maret 2018

Silabus Matematika SMP K13 Revisi 2017 Pdf

Silabus Matematika SMP K13 Revisi 2017 Pdf 

Silabus Matematika SMP K13 Revisi 2017 Pdf



Silabus Matematika SMPdirancang agar menjadi pedoman para guru dalam melaksanakan kegitan pembelajaran sesuai dengan tingkatan dan tuntutannya, seperti Silabus SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini. Bahwa perubahan Silabus merupakan suatu tuntutan sesuai dengan kemajuan pola pikir masyarakat untuk maju, sehingga penyesuai itu diperlukan untuk mengantisipasi masksud tersebut,  agar siswa memiliki kecakapan atau kemahiran matematika sebagai bagian dari kecakapan hidup yang harus dimiliki siswa, diharapkan para siswa memiliki empat (4) kompetensi yaitu; sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan, terutama dalam pengembangan penalaran, komunikasi, dan pemecahan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Penyusunan silabus ini dipandang sudah memenuhi maksud tersebut.  


Silabus Matematika SMP K13 Revisi 2017, disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Urutan materi yang disajikan lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh peserta didik (learnable); terukur pencapainnya (measurable); dan bermakna untuk dipelajari (worthto learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.

Setelah proses pembelajaran Matermatika, Kompetensi yang diharapkan memberikan kontribusi dalam mendukung pencapaian kompetensi lulusan pendidikan dasar dan pendidikan menengah melalui pengalaman belajar, agar mampu; menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari, melakukan operasi matematikan untuk mensederhanakan analisi komponen penalaran matematis yang meliputi membuat generalisasi berdasarkan Pola, fakta, fenomena atau data yang ada, mengomunikasikan gagasan melalui simbol, tabel, dan lain-lain, dengan tujuan dapat Menumbuhkan sikap positif seperti sikap logis, kritis, cermat, teliti dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah matematis.

Artikel ini hanya ringkasan dari buku model silabus mata pelajaran matematika SMP/MTS 2017. Untuk kesempurnaannya Silakan DOWNLOAD saja. Silabus Matematika SMP K13 Revisi 2017 Pdf, Boleh juga di SINI.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Jumat, 23 Februari 2018

Silabus K13 Revisi 2017 SD Tematik Terpadu

Silabus K13 Revisi 2017 SD Tematik Terpadu 

Silabus K13 Revisi 2017 SD Tematik Terpadu


Silabus Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) Tematik Terpadu Revisi 2017 bahwa; Silabus K13 Revisi 2017 SD Tematik Terpaduini terdiri dari mata pelajaran yaitu: PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Untuk mata pelajaran Pendidikan Agama (PAI) dan Budi Pekerti adalah mata pelajaran yang berdiri sendiri tidak termasuk tematik dari semua tingkatan. Tematik Terpadu maksudnya satu paket atau satu kelompok mata pelajaran yang diajarkan secara bersamaan dalam satu tema tertentu.  

Pembelajaran Tematik dilaksanakan di semua kelas di SD/MI baik di kelas I-III (kelas rendah) maupun kelas IV–VI (kelas tinggi). Di kelas rendah belum ada mata pelajaran IPA dan IPS yang berdiri sendiri. Namun, untuk mata pelajaran IPA dan IPS diintegrasikan ke dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.  Dalam hal ini, pembelajaran Tematik di tingkat SD/MI hanya sampai dengan kelas III untuk mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Sedangkan pada  kelas IV, V, dan VI diajarkan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri.

Pembelajaran Tematik diajarkan secara bersamaan per paket dan tidak diajarkan secara terpisah agar pembelajaran dapat memberikan makna yang utuh sebagaimana Tema. Tema yang pilih diusahakan yang mendekati hal-hal yang dialami para murid. Pembelajaran tematik disusun berdasarkan berbagai proses integrasi yaitu integrasi intradisipliner, multi-disipliner inter-disipliner, dan trans-disipliner. Muatan-muatan yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran merujuk pada aktivitas besar yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, yaitu kemaritiman, agraris, dan niaga/jasa.

Jadi apa yang membedakan, Silabus K13 Revisi 2017 SD Tematik Terpadu, dengan model pelbelajaran kurikulum sebelumnya. Bahwa pada; Silabus K13 Revisi 2017 SDModel Silabus Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) Tematik Terpadu Revisi 2017 menekankan kepada; Pertama pengajaran Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang terfokus kepada lima (5) karakter yaitu; (1).Religius, (2).Nasionalis, (3).Mandiri, (4).Gotong royong dan (5).Integritas). Kedua, yaitu denga istilah; 4C (1) Creative, (2) Critical Thinking, (3) Communicative, and (4) Collaborative). Sebagai usaha untuk meraih keunggulan abad 21. Ketiga Higher Order Thinking Skill (HOTS)  yaitu pengajaran cara berpikir tingkat tinggi bahwa soal-soal yang dirancang harus memiliki tingkat kesukaran tingi misal dengan memperhatikan kata yang dipakai dalam proses pembelaran seperti disebutkan Bloom tentang kata kerja operasional (KKO). 


Lihat Artikel Terkait, Kata Kerja Operasional (KKO) Teori Bloom

Untuk Lebih sempurna tentang Model Silabus Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) Tematik Terpadu Revisi 2017 yaitu; Silabus K13 Revisi 2017 SD Tematik Silakan  DOWNLOAD  aja  atau Klik di  SINI

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Selasa, 20 Februari 2018

27 Cara Menjadi Guru Kelas Efektif

27 Cara Menjadi Guru Kelas Efektif

27 Cara Menjadi Guru Kelas Efektif

Berbagai pendekatan- cara guru efektif agar tercipta proses pembelajaran yang baik, menyenangkan para murid sehingga tujuan pendidikan nasional tercapai, menjadi anak cerdas dan beraklak mulia. Dalam hal ini, 27 Cara Menjadi Guru Kelas Efektif- dipandang efektif untuk guru kelas dalam melaksanakan proses pembelajaran.

1. Bergabunglah dengan guru terbaik
2. Pertahankan kontak dengan keluarga
3. Baca teknik pengajaran terbaik
4. Selidiki penemuan baru dengan kelas
5. Memasukkan musik ke dalam kelas
6. Tantang siswa Anda di luar jangkauan mereka saat ini
7. Memasukkan media sosial
8. Menghargai usaha yang bagus
9. Percobaan di kelas
10. Ciptakan perspektif global
11. Dorong banyak pertanyaan
12. Jangan band-aid atau menutupi kebingungan siswa
13. Berikan semua peralatan kepada siswa Anda untuk sukses
14. Banyak Tidur (istirahat)
15. Pertahankan makanan sehat
16. Jangan meninggikan suara Anda. Pertahankan kendali Anda
17. Jangan tarik gigi. dorong siswa bersama
18. Tumbuh bersama dengan kelasmu
19. Jatuhkan pelajaran Anda di dunia mereka
20. Pertahankan tingkat energi Anda
21. Temukan kunci keberhasilan setiap siswa dan gunakanlah
22. Dorong keluar dari kotak berpikir
23. Biarkan siswa mengekspresikan diri mereka menggunakan seni
24. Biarkan siswa menghapusnya kemarin dan mulai dengan bersih setiap hari
25. Hentikan ceramah dan biarkan siswa berbicara
26. Ngobrol dengan murid-muridmu
27. Jangkau siswa yang berjuang dan siswa yang sukses.

Sumber: www.educatorstechnology.com

Inilah masukan untuk guru kelas bahwa ada, 27 Cara Menjadi Guru Kelas Efektif, yang mungkin dapat diterapkan di kelas dalam membina, membimbing dan dalam proses pembelajaran serta membangun komunikasi dengan orangtua/ wali muri. semoga berguna.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Jumat, 16 Februari 2018

Panduan Penyusunan RPP SMP K13 Revisi 2017 Pdf

Panduan Penyusunan RPP SMP K13 Revisi 2017 Pdf

Panduan Penyusunan RPP SMP K13 Revisi 2017 Pdf



A. Pengertian RPP
Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran yang dilakukan sebagai persiapan oleh guru kepada siswanya sebagai langkah awal dalam proses belajar mengajar (PBM) ketika tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan berdasarkan  silabus sebagai usaha untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. RPP dikembangkan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran. Bertujuan agar persiapan guru ketika melaksanakan proses pembelajaran sudah siap RPP.

RPP disusun dengan memperhatikan; perbedaan kemampuan tingkat intelektual, bakat, motivasi belajar, minat, potensi, kemampuan sosial, gaya belajar,emosi, latar belakang budaya, kebutuhan khusus, , norma, kecepatan belajarnilai, dan/atau lingkungan peserta didik. Tahapan pelaksanaan proses pembelajaran adalah untuk membantu peserta didik mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan

Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis sebagai langkah awal dari proses pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan efisien dalam rangka mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi. RPP disusun berdasarkan serangkaian KD yang dilaksanakan tiap pertemuan. Penyusunan RPP ini dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran, namun perlu diperbaharui sebelum pembelajaran dilaksanakan.

Pengembangan RPP dapat dilakukan secara mandiri atau secara berkelompok melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di sekolah/madrasah. Sebaiknya hal ini dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh kepala sekolah/madrasah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah/madrasah.Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara berkelompok melalui MGMP antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasikan dan disupervisi oleh pengawas atau Dinas Pendidikan atau Kantor Kementerian Agama setempat.

Lihat artikel Terkait, Modul Penyusunan Soal HOTS Pdf

Dalam Kurikulum 2013 sebagaimana disebutkan dalam Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa peserta didik harus diajarkan untuk mencari tahu bukan diberi tahu. Prinsip ini merujuk pada konsep pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student active learning).

B. Prinsip Penyusunan RPP
Prinsip yang harus diperhatikan guru yaitu;
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
2. Berpusat pada peserta didik
3. Berbasis konteks
4. Berorientasi kekinian
5. Mengembangkan kemandirian belajar
6. Memberi umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran
7. Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atauantarmuatan
8. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi


Peserta didik adalah subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, peserta didik perlu didorong untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkanide-idenya.


Untuk Lengkap, Panduan Penyusunan RPP SMP K13 Revisi 2017 Pdf, silakan DOWNLOAD atau klik di SINI.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Kamis, 15 Februari 2018

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Hots

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan HOTS

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan HOSTPengembangan model pembelajaran di kurikulum 2013 revisi 2017 telah meningkatkan model pembelajaran yang memadukan metode Quantum dan HOTS diharapkan dapat menyenangkankan para siswa dalam proses belajar mengajar. Pengembanagan Model Pembelajaran Quantum Teaching dengan Kemampuan HOTS (higher order thinking skills)  yang digabungkan bertujuan untuk memberi kesan menyenangkan dalam pembelajaran dan memberi  kesempatan kepada peserta didik agar mampu untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta yang dikebangkan oleh guru sesuai dengan karakteristiknya.

Berikut ini kami kutip dari buku, Model-Model Pembelajaran, 2017, Direktorat Pembinaan SMA adalah sebagai berikut:

Model Pembelajaran Quantum Teaching
Quantum Teaching merupakan proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan. Pembelajaran Quantum Teaching mencakup petunjuk untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif merancang pengajaran, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar. Quantum Teaching merupakan suatu proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan membuat proses tersebut menjadi lebih menyenangkan. Cara ini memberikan sebuah gaya mengajar yang memberdayakan siswa untuk berprestasi lebih dari yang dianggap mungkin. Juga membantu guru memperluas keterampilan siswa dan motivasi siswa, sehingga guru akan memperoleh kepuasan yang lebih besar dari pekerjaannya. 


Langkah-langkah pembelajaran Quantum Teaching

1. Tumbuhkan
Guru membuat pertanyaan tentang kemampuan siswa dengan memanfaatkan pengalaman siswa dan mencari tanggapan, manfaat serta komitmen siswa. Guru membuat strategi dengan melakukan aplikasi ataupun cerita tentang pelajaran yang bersangkutan.

2. Alami
Guru memanfaatkan pengetahuan dan keingintahuan siswa berdasarkan pengalaman siswa dan mampu mengasah otak siswa agar dapat menyelesaikan masalah. Siswa dapat memahami informasi ataupun kegiatan serta memanfaatkan fasilitas yang ada sesuai dengan kebutuhan 

3. Namai
Pemberian nama (simbol-simbol) ataupun identitas dan mendefinisikan suatu pertanyaan. Guru mengajarkan konsep, keterampilan berpikir, dan strategi belajar dengan menggunakan gambar, warna, alat bantu, kertas atau alat yang lainnya. Siswa dapat mengetahui informasi, fakta, rumus, pemikiran, tempat dan sebagainya berdasarkan pengalaman agar pengetahuan tersebut berarti.

4. Demonstrasikan
Guru memberi peluang untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan siswa ke dalam pembelajaran yang lain dan ke dalam kehidupannya. Siswa dapat memperagakan atau mengaplikasikan tingkat kecakapannya dengan pelajaran.

5. Ulangi
Guru mengulangi hal-hal yang kurang jelas bagi siswa. Siswa dapat dengan mudah memahami dan mengetahui pelajaran tersebut. Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengajarkan pengetahuan kepada siswa yang lain.

6. Rayakan
Mengadakan perayaan bagi siswa akan mendorong siswa memperkuat rasa tanggung jawab dan mengamati proses belajar sendiri. Perayaan tersebut akan mengajarkan siswa mengenai motivasi belajar, kesuksesan, langkah menuju kemenangan. Pujian yang didapatkan akan mendorong siswa agar tetap dalam keadaan bersemangat dalam proses belajar mengajar.

Pengembangan Kemampuan HOTS melalui Model Pembelajaran
Pembelajaran yang disajikan sebaiknya dapat memotivasi siswa untuk berfikir kritis, logis, dan sistematis sesuai dengan karakteristik tiap mata pelajaran, serta memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills atau HOTS). Berdasarkan kategori tingkat berpikir yang dikemukakan oleh Anderson, dkk (2001), ada kemampuan berpikir yang lebih tinggi yang harus dikuasai oleh peserta didik yaitu kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Oleh sebab itu, guru dianjurkan untuk mendorong siswanya memiliki kemampuan tersebut dengan menyajikan pembelajaran yang variatif serta pemberian materi yang “tidak biasa” yang dikembangkan dari pasangan KD pada KI 3 dan KD pada KI4 melalui pengembangan dan penggunaan model pembelajaran yangs sesuai. Karakteristik pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir HOTS, antara lain sebagai berikut.

Langkah-langkah Pembelajaran HOTS

1) Mengundang peran aktif siswa.
2) Mendorong aktivitas fisik dan mental siswa lebih tinggi.
3) Mendorong kreatifitas peserta didik memecahkan masalah dan menemukan solusi.
4) Terbuka peluang bagi siswa menggunakan teknik, media, dan peralatan yang beragam.
5) Siswa menggunakan pengetahuan, emosi, keterampilan, dan ekspresi lainnya dari sudut pandang beragam.
6) Pengetahuan yang dikembangkan pada dimensi konseptual dan procedural yang mendorong tumbuhnya keterampilan metakognitif.
7) Didesain dalam kondisi nyata/hampir nyata, situasi baru yang terduga, hingga situasi baru yang tak terduga.

Berikut contoh kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada matapelajaran Kimia kelas X pada pasangan KD 3.8 dan 4.8 menggunakan model discovery learning.
3.8 Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya
4.8 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan melalui perancangan dan pelaksanaan percobaan.

1. Memberi stimulus (Stimulation)
  Guru menyajikan bahan kajian berupa gambar dan video orang sedang
    mencari ikan di sungai menggunakan arus listrik. Pada saat penayangan gambar atau  video, Guru menyampaikan kepadasiswa bahwa cara mencari ikan seperti gambar ini adalah berbahaya bagi pencari ikan dan  dapat membuat rusaknya ekosistem air. Oleh karena itu cara seperti ini jangan ditiru oleh siswa.


2. Mengidentifikasi masalah (Problem Statement)
    Siswa mengidentifikasi kejadian dalam video untuk didorong memunculkan pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik, antara lain berikut.
a. Mengapa arus listriknya tidak mengenai ikan tetapi ikannya bisa mati?
b. Apakah terdapat zat kimia dalam air sungai tersebut ?
c. Apakah ada pengaruh zat kimia tersebut sehingga bisa membuat ikan mati ?

3. Mengumpulkan data (Data Collecting)
   Siswa mencari dan mengumpulkan data/informasi tentang hubungan video tersebut dengan sifat larutan, melalui studi literatur dan percobaan daya hantar listrik secara berkelompok, selanjutnya siswa diminta untuk melakukan pengumpulan data mengenai gejala-gejala yang ditimbulkan oleh berbagai larutan yang di uji.

4. Mengolah data (Data Processing)
   Siswa melakukan pengolahan data hasil percobaan larutan elektrolit dengan cara berdiskusi.

5. Memferifikasi (Verification)
   Siswa membandingkan hasil diskusi antar kelompok untuk mengklasifikasi dan menganalisis larutan elektrolit kuat, lemah, dan non-elektrolit.

6. Menggeneralisasikan (Generalitation)
   Siswa menggeneralisasikan hasil kesimpulannya pada permasalahan larutan elektrolit dalam kehidupan sehari-hari.


Tujuan Pengembangan Model Pembelajaran
Model pembelajaran dikembangkan guru sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran berkaitan dengan pencapaian dan pengembangan kompetensi siswa yang meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang dijelaskan dalam Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 dan permendikbud no 22 Tahun 2016, maka sebuah model pembelajaran yang dikembangkan memiliki tujuan antara lain berikut.

1. Mendorong siswa untuk interaktif dalam pembelajarannya, baik dengan gurunya,  antar sesamanya, maupun antar dirinya dengan sumber belajar.
2. Memberikan inspirasi kepada siswa untuk lebih meningkatkan kreativitas dan keinginan tahuannya terhadap pemahaman suatu konsep dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi maupun dalam kegiatan lain, dan dapat meningkatkan sifat percaya diri.
4. Memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan kolaboratif.
5. Memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian siswa.
6. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis.
7.Memadukan antara pemahaman materi ajar (content knowledge) dan pemahaman cara mendidik (pedagogical knowledge) yang berbaur menjadi satu yang perlu dimiliki oleh seorang guru. Ini yang disebut dengan konsep Pedagogical Content Knowledge. Konsep ini dapat mewujudkan pembelajaran yangefektif untuk menjelaskan materi tertentu, serta pemahaman tentang apa yang membuat materi tertentu lebih mudah dipelajari.

Inilah sekilas perbandingan atau penggabungan dari, Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host, kiranya dapat berguna kepada para guru dan calon guru. Semoga bermanfaat.

Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host

Diperbaiki pada,  Februari, 20 2017 bahwa Tertulis; Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Host, SEHARUSNYAMODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DAN HOTS.. Untuk itu mohon maaf kepada pembaca atas kesalahan Ketik ini. Terimakasih.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

 
back to top