Tampilkan postingan dengan label Adm Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adm Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2019

Pengembangan Indikator Pencapaian KD K13

Pengembangan Indikator Pencapaian KD K13


http://www.admpembelajaran.com/2019/11/pengembangan-indikator-pencapaian-kd-k13.html


 PENGEMBANGAN INDIKATOR DALAM
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

A. Pengertian
Indikator merupakan penanda pencapaian Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013 (K13) yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pengembangan Indikator harus sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.

Dalam mengembangkan indikator perlu mempertimbangkan:
1.      Tkompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam KD;
2.      Karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah;
3.      Potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan/daerah.

Dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian, terdapat dua rumusan indikator, yaitu:
1.      Indikator pencapaian kompetensi yang dikenal sebagai indikator;
2.      Indikator penilaian yang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan menulis soal yang di kenal sebagai indikator soal.

Indikator dirumuskan dalam bentuk kalimat dengan menggunakan kata kerja operasional. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua hal yaitu tingkat kompetensi dan materi yang menjadi media pencapaian kompetensi.

B. Fungsi Indikator
Indikator memiliki kedudukan yang sangat sterategis dalam mengembangkan pencapaian kompetensi berdasarkan SK-KD. Indikator berfungsi sebagai berikut:
1.      Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran
Pengembangan materi pembelajaran harus sesuai dengan indikator yang dikembangkan. Indikator yang dirumuskan secara cermat dapat memberikan arah dalam pengembangan materi pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, potensi dan kebutuhan peserta didik, sekolah, serta lingkungan.

2.      Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran
Desain pembelajaran perlu dirancang secara efektif agar kompetensi dapat dicapai secara maksimal. Pengembangan desain pembelajaran hendaknya sesuai dengan indikator yang dikembangkan, karena indikator dapat memberikan gambaran kegiatan pembelajaran yang efektif untuk mencapai kompetensi. Indikator yang menuntut kompetensi dominan pada aspek prosedural menunjukkan agar kegiatan pembelajaran dilakukan tidak dengan strategi expository melainkan lebih tepat dengan strategi discovery-inquiry.

3.      Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar
Bahan ajar perlu dikembangkan oleh guru guna menunjang pencapaian kompetensi peserta didik. Pemilihan bahan ajar yang efektif harus sesuai tuntutan indikator sehingga dapat meningkatkan pencapaian kompetensi secara maksimal.

4.      Pedoman dalam merancang dan melaksankan penilaian hasil belajar
Indikator menjadi pedoman dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi hasil belajar. Rancangan penilaian memberikan acuan dalam menentukan bentuk dan jenis penilaian, serta pengembangan indikator penilaian. Pengembangan indikator penilaian harus mengacu pada indikator pencapaian yang dikembangkan sesuai dengan tuntutan SK dan KD.

Demikian, Pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum 2013 (K13), kiranya dapat berguna kepada bapak/ibu guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Amin.


Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Sabtu, 02 November 2019

Standar Penilaian K13 Revisi 2017

Standar Penilaian K13 Revisi 2017

http://www.admpembelajaran.com/2019/11/standar-penilaian-k13-revisi-2017.html

Standar Penilaian Kurikulum 2013 (K13) Revisi 2017 adalah standar penilaian yang digunakan tahun ajaran 2018-2019. Satandar penilain ini mulai SD/MI, SMP/Mts, SMA/MA. Dalam K13 Penilaian berorientasi kepada; Prinsip penilaian, KKM dan penilaian autententik (otentik) yaitu; penilaian kompetensi sikap, penilaian kompetensi pengetahuan, penilaian kompetensi keterampilan. Berikut ini diuraikan Standar penilaian yang digunakan dalam Kurikulum 2013. Sebagai Panduan Penilaian Kurikulum 2013 

1. Prinsip penilaian yang digunakan dalam K13 adalah:

1) Sahih,  berarti  penilaian  didasarkan  pada  kemampuan   yang hendak diukur.
2) Objektif,  berarti  dalam  penilaian  dilakukan  oleh  siapa  saja,
hasilnya relatif sama.
3) Adilberarti  penilaian  tidak  menguntungkan  atau  merugikan siswa  karena   berkebutuha khusu serta  perbedaa latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
4) Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
5) Holistik, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai siswa.
6) Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik
dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

Dibuktikan dengan:
1) Dokumen:
a) Alat-alat tes yang digunakan guru sesuai dengan kompetensi dasar setiap mata pelajaran.
b) Instrumen penilaian model rubrik.
c)  Perumusan penetapan KKM yang diketahui siswa. d) Portofolio.
e) Hasil penilaian yang dikembalikan kepada siswa.

Baca Artikel Terkait; Panduan Penilaian SMA/MA 2017 Ppt


2. KKM  setiap  mata  pelajaran  ditentukan  oleh  satuan  pendidikan dengan mempertimbangkan:
1) Karakteristik peserta didik.
2) Karakteristik mata pelajaran.
3) Kondisi satuan pendidikan.
4) Analisis hasil penilaian.

Dibuktikan  dengan  dokumen  penetapan  KKM untuk setiap mata pelajaran.

3.Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian Kompetensi Siswa secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar Siswa.

Pengamatan/observasi  merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator hasil belajar yang diamati.


Penugasan merupakan teknik penilaian dengan memberikan tugas yang dikerjakan siswa secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.

Bentuk penilaian lain adalah; jurnal, portofolio, dan penilaian proyek.

Dibuktikan dengan:
1)  Dokumen pelaksanaan dan hasil:
a) Ulangan.
b) Pengamatan.
c)  Penugasan.
d) Bentuk penilaian lain.


4. Guru menggunakan hasil penilaian kompetensi pengetahuan untuk:
1)  memperbaiki proses pembelajaran
2)  mengukur dan mengetahui pencapaian kompetensi siswa;
3)  menyusun   laporan   kemajuan   hasil   belajar   harian,   tengah semester, akhir semester, akhir tahun dan/atau kenaikan kelas

Dibuktikan dengan Dokumen:
a) Analisis hasil belajar siswa. b) Laporan hasil belajar siswa. c)  Tindak lanjut hasil penilaian.


5. Guru melaksanakan penilaian kompetensi sikap sesuai karakteristik Kompetensi  Dasar  (KD) setiap  mata pelajaran  yang diampu  guru yang bersangkutan.

Dibuktikan dengan membandingkan KD untuk setiap mata pelajaran dengan dokumen penilaian kompetensi sikap yang digunakan guru melalui:
1) Dokumen:
a) RPP.
b) Kisi-kisi dan soal tes.
c)  Tugas praktik, portofolio, dan proyek. d) Pedoman penskoran.


 6. Guru melaksanakan penilaian kompetensi pengetahuan sesuai karakteristik Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran yang diampu guru yang bersangkutan.

Dibuktikan dengan membandingkan KD untuk setiap mata pelajaran dengan dokumen penilaian kompetensi pengetahuan yang digunakan guru melalui:
1) Dokumen:
a) RPP.
b) Kisi-kisi dan soal tes.
c)  Tugas praktik, portofolio, dan projek.
d) Pedoman penskoran.


7. Guru melaksanakan penilaian kompetensi keterampilan sesuai karakteristik Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran yang diampu guru yang bersangkutan.

Dibuktikan dengan membandingkan KD untuk setiap mata pelajaran dengan dokumen penilaian kompetensi keterampilan yang digunakan guru melalui:
1) Dokumen:
a) RPP.
b) Kisi-kisi dan soal tes.
c)  Tugas praktik, portofolio, dan proyek. d) Pedoman penskoran.


8. Penilaian kompetensi sikap dilakukan melalui tahapan:
1) Mengamati perilaku siswa selama pembelajaran.
2) Mencatat perilaku siswa dengan menggunakan lembar observasi/pengamatan.
3) Menindaklanjuti hasil pengamatan.
4) Mendeskripsikan perilaku siswa.
5) Melaporkan kepada wali kelas.

Dibuktikan dengan:
1) Dokumen hasil penilaian sikap.


9.   Penilaian kompetensi pengetahuan dilakukan melalui:
1) tes tulis.
2) tes lisan.
3) penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

Dibuktikan dengan:
1) Dokumen hasil penilaian pengetahuan.


10.   Penilaian kompetensi keterampilan dilakukan melalui:
1) Penilaian   Praktik  adalah  penilaian   unjuk  kerja/kinerja/praktik dilakukan dengan cara mengamati  kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu.
2) Penilaian  Produk  meliputi  penilaian  kemampuan  peserta  didik membuat produk-produk, teknologi dan seni.
3) Penilaian Proyek adalah penilaian yang kegiatan penilaian terhadap
suatu tugas meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.
4) Jurnal adalah catatan tentang sikap atau perilaku siswa baik yang positif maupun negatif yang dilakukan oleh siswa, dibuat selama satu semester oleh guru mata pelajaran, guru BK dan Wali Kelas.
5) Portofolio merupakan  penilaian  berkelanjutan  yang  didasarkan
pada kumpulan informasi yang bersifat reflektif-integratif yang menunjukkan   perkembangan   kemampuan   siswa   dalam   satu periode tertentu.
6) Teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

Dibuktikan dengan: Dokumen hasil penilaian keterampilan.

11.  Penilaian hasil belajar dilakukan dalam bentuk penilaian harian, penilaian akhir semester, penilaian akhir tahun, dan ujian sekolah/madrasah.
1) Penilaian  harian  dilakukan  oleh  pendidik  terintegrasi  dengan proses pembelajaran dalam bentuk tes tertulis maupun lisan dan penugasan.
2) Penilaian  akhir  semester   dilakukan   oleh  pendidik  di  bawah koordinasi satuan pendidikan.
3) Penilaian akhir tahun dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan.
4) Ujian sekolah/madrasah dilakukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dibuktikan dengan dokumen rekap hasil 2 (dua) tahun terakhir:
1) Penilaian harian.
2) Penilaian akhir semester.
3) Penilaian akhir tahun.
4) Ujian sekolah/madrasah.


12.  Pertimbangan penentuan kelulusan siswa:
1) Ujian sekolah/madrasah (US & USBN).
2) Penilaian sikap.
3) Penilaian pengetahuan.
4) Penilaian keterampilan.

Dibuktikan dengan dokumen:
1) Pedoman ketentuan kelulusan.
2) Notulen rapat penentuan kelulusan.

13.  Langkah penilaian proses dan hasil belajar meliputi:
1) Menetapkan tujuan penilaian.
2) Menyusun kisi-kisi ujian.
3) Mengembangkan  (menulis,  menelaah,  dan merevisi)  instrumen dan pedoman penilaian.
4) Melakukan analisis kualitas instrumen.
5) Melaksanakan penilaian.
6) Mengolah  (menskor  dan  menilai)  dan  menentukan  kelulusan siswa.
7) Melaporkan.
8) Memanfaatkan hasil penilaian.

Dibuktikan dengan dokumen pelaksanaan penilaian proses dan hasil belajar.

Demikian paparan standar penilain kurikulum 2013 revisi 2017 dengan prinsip dan autentik, yang digunkan sampai T.A 2019-2020. Kecuali ada perubahan dan ada ketetapan peraturan menteri atau keputusan menteri. Semoga bermanfaat. Bila ada yang terbaru akan diperbaharui. Standar ini merupakan standar akreditasi sekolah.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

 
back to top