Tampilkan postingan dengan label Adm Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adm Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 November 2017

Istilah Baru Dalam K13

Istilah Baru Dalam K13


Istilah Baru Dalam K13


Istilah Baru Dalam K13Perubahan Kurikulum 2013 Revisi 2017 telah mengalami perubahan yang signifikan tentang; Sebutan, istilah dalam  Adm pembelajaran  tersebut perlu disikapi dan diikuti oleh teman-teman guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Istilah Baru Dalam K13  

Perubahan Istilah Baru Dalam K13, yang diaplikasikan dalam  RPP K13 revisi 2017 terdapat  4 (empat) point  yaitu; 1) PPK, 2) Literasi, 3) 4C, dan 4) HOTS.Lebih lanjut dijelaskan secara singkat perubahan dalam RPP K13 2017, sebagai berikut: 1. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam proses pembelajaran bahwa pendidikan Karakter berorientasi kepada lima (5) karakter, yaitu: (1) religius, (2) nasionalis, (3) mandiri, gotong royong, dan (5)  integritas. Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperluas, memperdalam,  dan  menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter.


Pengintegrasian dapat berupa :
a. Pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);
b. Pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;
c. Pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;
d. Perdalaman dan perluasan dapat berupa:
e. Penambahan dan pengintensifan kegiatan pengembangan karakter siswa,
f. Penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;
g. Penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.


2. Literasi; melalui ketrampilan literasi diharapkan mampu meraih keterampilan abad 21 --Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, diantaranya membaca, melihat, menyimak, menulis, dan berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. 


Keterampilan literasi harus mampu membaca, melihat, menulis, dan berbicara, tapi harus memiliki keterampilan berpikir dari pengetahuan atau pengalaman (lesson experience) dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi ; (1) Literasi Dini (Early Literacy), (2) Literasi Dasar (Basic Literacy), (3) Literasi Perpustakaan (Library Literacy), (4) Literasi Media (Media Literacy), (5) Literasi Teknologi (Technology Literacy), (6) Literasi Visual (Visual Literacy).


3. 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative); 
     Keterampilan abad ke-21 atau diistilahkan dengan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, and Creativity and Innovation) merupakan kemampuan yang diharapkan dalam Kurikulum 2013. sebutkan adalah sebagai berikut;

Berikut penjelasan 4C.
1).        Communication (komunikasi)
 Komunikasi adalah kemmapuan melakukan transfer informasi baik secara lisan, tulisan maupun via audio visual. Pada ketrampilan ini, kemmapuan manusia sangat terbatas melakukan komunikasi dengan baik. Ada yang mempu menyampaikan secara lisan, tapi belum tentu mampu melalui tulisan, apalagi melalaui audio visual. Tujuan utama komunikasi adalah mengirimkan pesan melalui media yang dipilih agar dapat dimengerti oleh penerima pesan.  Agar terjalin komunikasi dua arah secara efektif dibutuhkan teknik berkomunikasi yang tepat.  Diantaranya;  Ucapan idenya yang jelas tidak terjadi multi tafsiran;  Berbicara yang tegas, tidak berbelit-belit dapat menunjukkan kondisi contoh nyata sebagai model langsung.

2).  Collaborative (kolaborasi)
Berkolaborasi atau bekerja sama adalah kemampuan yang diharapkan  secara produktifmenghormati perspektif berbeda. Dengan kata lain bahwa Kolaborasi adalah kemampuan kerjasa secara bertanggung jawab secara pribadi atau dalam kelompok.

3).    Critical thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan pemecahan masalah).
Adalah kemampuan memahami masalah yang rumit, kemampuan menalar, dapat membuat pilihan yang rumit,  mengungkapkan,  interkoneksi antara sistem, dan mampu menyelesaikan masalah.

4).   Creativity and Innovation (Kreativitas dan inovasi)
Kreativitas adalah kemampuan mengembangkan, gagasan-gagasan baru kepada pihak  lain; responsif bersikap terbuka terhadap perspektif baru yang tidak sesuai, untuk menciptakan penggabungan baru.  Kreativitas adalah kemampuan membuat atau merekayasa gagasan-gagasan baru namun, dibutuhkan perbaikan kondisi atau penemuan baru (inovasi). 


4. HOTS (Higher Order Thinking Skill. Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

  Penekanan pada ranah dari HOTS adalah  kemampuan berpikir dalam menganalisis aspek-aspek tertentu; selanjutnya soal-soal evaluasi diorientasikan kepada kemampuan berpikir tingkat tinggi harus berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi kemampuan berpikir dalam membangun gagasan atau ide-ide cemerlang sesuai fakta. Untuk itu, proses pembelajaran harus mengaktifkan siswa belajar (Active Learning). yang selama ini mungkin penggunaan metode, model atau pendekatan pembelajaran berorientasi pada pemahaman guru. Sebaliknya sekarang harus berorientasi kepada keputuhan siswa, yang harus dibimbing, dibina, diarahkan, diajari sesuai dengan kebutuhannya.


Perubahan RPP K13 Revisi  2017

1.    Penilaian sikap KI 1 dan KI 2 sudah ditiadakan di setiap mata pelajaran hanya    agama dan ppkn namun , KI tetap dicantumkankan dalam penulisan RPP.
2.  Jika ada dua  “nilai praktik” dalam 1 KD , maka yang diambil adalah nilai yang tertinggi. Penghitungan; “nilai ketrampilan” dalam 1 KD ditotal (praktek, produk, portofolio) dan diambil nilai rata-rata. Untuk pengetahuan: bobot, penilaian harian, dan penilaian akhir semester.
3.    Pendekatan scientific 5M tidak musti digunakan secara berututan, tapi sesuai kondisi  pembelajaran 
4.   Kurukulum 2013 Edisi Revisi 2017 hanya menggunakan 3 kolom. Yaitu;KD, materi  pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran.
5.  Perubahan sebutan  “ulangan” menjadi “penilaian” seperti; “ulangan harian” menjadi  “penilaian harian”, uas menjadi “penilaian akhir semester” untuk semester 1 dan “penilaian      akhir tahun” untuk semester 2. Dan sudah tidak ada lagi uts, langsung ke penilaian akhir   semester. (Penilaian Tengah semester telah tergantikan dengan penilain harian yang  dilaksanakan setiap KD).
6.   Dalam RPP, tidak perlu disebutkan nama metode pembelajaran yang digunakan dan materi      dibuat dalam bentuk lampiran berikut dengan rubrik penilaian (disesuaikan jika ada).
7.  Skala penilaian menjadi 1-100. Penilaian sikap diberikan dalam bentuk predikat dan deskripsi.
8.  Remedial diberikan untuk yang belum mencapai KKM (Istilah KKM menjadi KBM (Ketuntasan Belajar Minimal). Pelaksanaan remedial dimaksudkan adalah pembelajaran  kembali kepada siswa yang belum memenuhi target nilai KBM. Setelah dilakukan kegiatan     pembelajaran kemudian diadakan penilaian ulang. Nilai Remedial adalah nilai sedikit melaweti batas kkm.

Hasil Bimtek Kurikulum Nasional Bahwa pada tahun pelajaran baru Adm Pembelajaran yang harus disiapkan guru memiliki Kelengkapan administrasi sebagai berikut: 

BUKU KERJA GURU:

A. BUKU KERJA 1 :
1. SKL, KI, dan KD
2. Silabus
3. RPP
4. KKM

B. BUKU KERJA 2 :
1. Kode Etik Guru
2. Ikrar Guru
3. Tata Tertib Guru
4. Pembiasaan Guru
5. Kalender Pendidikan
6. Alokasi Waktu
7. Program Tahunan
8. Program Semester
9. Jurnal Agenda Guru

C. BUKU KERJA 3 :
1. Daftar Hadir
2. Daftar Nilai
3. Penilaian Akhlak/Kepr
4. Analisis Hasil Ulangan
5. Progpel Perbaikan & Pengayaan
6. Daftar buku Pegawai Guru/Siswa
7. Jadwal Mengajar
8. Daya Serap Siswa
9. Kumpulan Kisi soal
10. Kumpulan Soal
11. Analisis Butir Soal
12. Perbaikan Soal

D. BUKU KERJA 4 :
1. Daftar Evaluasi Diri Kerja Guru
2. Program Tindak Lanjut Kerja Guru


Perubahan Kurikulum 2013 Tahun 2017

Perubahan sebutan dalam K13 Revisi 2017 yang perlu diketahui oleh rekan-rekan guru adalah sbb; 
1. Sebutan Ujian menjadi Penilaian, selanjutnya sebagai berikut: 
2. Sebutan KKM berubah Sebutan menjadi KBM (Ketuntasan Belajar Minimal )
3. Sebutan UH berubah Sebutan menjadi PH (Penilaian Harian).
4. Sebutan UTS berubah Sebutan menjadi PTS (Penilaian Tengah Semester)
5. Sebutan UAS berubah Sebutan menjadi PAS (Penilaian Akhir Semester)  Gasal/ Genap
5. Sebutan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) berubah Sebutan menjadi Penilaian Akhir Tahun (PAT).
6. Sebutan UKK berubah Sebutan menjadi PAT (Penilaian Akhir Tahun) 

PAT materi soalnya meliputi semester GANJIL 25 % dan semester GENAP 75 %
> KENAIKAN KELAS LIHAT KBM ( 60 )
a. Semester Ganjil = 55
b. Semester Genap = 65

120 : 2 = 60 Tuntas
Siswa dinyatakan TIDAK NAIK KELAS 
1. Terdapat 3 nilai Mapel yang KBMnya tidak TUNTAS.
2. Nilai Pengetahuan KI.3 harus Tuntas.
3. Nilai Ketrampilan KI.4 harus Tuntas.
4. KI.1 dan Ki.2 harus BAIK.
KKM ( KBM ) semua mapel sama.
KI 1 dan KI 2 Observasi guru dalam jurnal yang ditulis yang KURANG dan yang AMAT BAIK


1) Pada penilaian "Sikap"  jika mendapat Nilai minimal B (baik), sudah tuntas.

2) Pada penilaian "Pengetahuan dan Keterampilan",  mendapat Nilai Minimal C sudah tuntas.
3) Pada Kurikulum 2013 (K-13): dikatakan Tuntas  jika Pengetahuan dan keterampilan Tuntas. (berdasarkan KKM = KBM).
4) Sebuah mapel dikatakan tuntas pada; pengetahuan dan keterampilan (jika ada keterampilan), dan pada penilaian "sikap" juga tuntas.
5). Tiap mata pelajaran mendapat penilaian C sudah tuntas. 
6) Penilaian "Pengetahuan dan Keterampilan", didasarkan pd KBM (sebelumnya disebut KKM) di masing2 sekolah.

Contoh: 
jika KBM 75,
maka
< 75. = D (tidak tuntas)
75-82. = C (tuntas dg cukup)
83 - 90. = B (tuntas dg baik)
91-100. = A (tuntas dengan sangat baik)

7) Jadi jangan menaik-naikkan nilai untuk mengejar B, atau menurunkan KBM dari yg sdh ditetapkan masing2 sekolah.
8) Predikat pengetahuan dan keterampilan tidak berpengaruh pada SNMPTN.
REMIDI tentang ; Materi yang pernah diujikan.
7. Permendikbud No.20 Th 2016 tentang Standar Kopetensi Lulusan
( Permendikbud No.54 Th.2013 dinyatakan Tidak Berlaku).
8. Permendikbud No.21 Th 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah
( Permendikbud No.65 Th.2013 dinyatakan Tidak Berlaku ).
9. Permendikbud No.22 Th 2016 tentang Standar Pendidikan Dasar dan  Menengah
( Permendikbud No.54 Th.2013 dinyatakan Tidak Berlaku ).
10. Permendikbud No.23 Th 2016 tentang Standar Penilaian
( Permendikbud No.66 Th.2013 dan Permendikbud No.104 tahun 2014 dinyatakan TIDAK BERLAKU ).
11. Permendikbud No.24 Th 2016 tentang Kopetensi Inti dan Kopetensi Dasar



Demikian penjelasan singkat, Istilah Baru Dalam K13, ini mudah-mudahan berguna kepada teman-teman guru. 

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Sabtu, 16 September 2017

Pemetaan Standar Isi (SK - KD) PAI

Pemetaan Standar Isi (SK - KD) PAI



Pemetaan Standar Isi (SK - KD) PAI Standar Isi memuat materi yang akan diajarkan guru kepada siswa dan menjadi pedoman bagi guru dalam proses pembelajarannya. Bagian dari standar isi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), dari pelajaran  tertentu. Seperti  pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah. Pembelajaran PAI tidak bisa dipisahkan dari sistem pembelajaran yang dilaksanakan pada satuan pendidikan, karena pembelajaran PAI sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.Agar mata pelajaran PAI berjalan dengan baik, maka perlu dilakukan pemetaan standar isi PAI. 

Dalam mebuat pemetaan, setiap KD dan indikator dapat dilihat tingkat ranah berpikirnya. Berpedoman pada silabus dan materi pokok dijabarkan dan dikembangkan dalam bentuk pemetaan Standar isi tersebut. Bahwa sebutan, Pemetaan standar isi SK - KD, ada yang menyebut; Pemetaan SK- KD bahkan ada yang menyebut; Analisis SK - KD. Ke-tiga jenis sebutan tersebut mengandung pengertian sama, dan form-nya seperti di bawah ini. 


Format Pemetaan Standar Isi
Pemetaan standar isi dikembangkan agar berjalan dengan baik dalam Proses Belajar Mengajar
(PBM). Format Pemetaan Standar Isi harus dikalkulasikan sesuai dengan alokasi waktu 
(Jumlah Pertemuan hari Efektif) sesuai dengan roster pelajaran. 


Pemetaan Standar Isi (SK KD) PAI 


Kata Kerja Operasional (KKO) Edisi Revisi Teori Bloom


Kata Kerja Operasional (KKO)  ini merupakan pengembangan dari Teori Bloom edisi revisi oleh Anderson (2001). Dalam Teori Bloom edisi revisi ini, KKO berorientasi pada tiga ranah yakni kognitif, afektif dan pskomotor. Berikut ini diuraikan kata kerja operasional masing-masing ranah berpikir teori bloom tersebut. sebagaimana disampaikan, Aprianto, Bdk Padang.

a. Ranah Kognitif
Kata Kerja Operasional untuk Ranah kognitif adalah:
1) Mengingat (C.1)
MengenaliMengingat kembaliMembacaMenyebutkanMelafalkan/ melafazkan, MenuliskanMenghafal
2) Memahami (C.2)
MenjelaskanMengartikanMenginterpretasikanMenceritakanMenampilkan, Memberi contohMerangkumMenyimpulkan,Mengklasifikasikan, MenunjukkanMenguraikanMembedakan,
Mengidentifikasikan
3) Menerapkan (C.3)
MelaksanakanMengimplementasikanMenggunakanMengonsepkanMenentukanMemproseskan
4) Menganalisis (C.4)
MendiferensiasikanMengorganisasikanMengatribusikanMendiagnosisMemerinciMenelaahMendeteksiMengaitkanMemecahkanMenguraikan
5) Mengavaluasi (C.5)
MengcekMengkritikMembuktikanMempertahankanMemvalidasiMendukungMemproyeksikan
6) Menciptakan (C.6)
MembangunMerencanakanMemproduksiMengkombinasikanMerangcangMerekonstruksiMembuatMenciptakanMengabstraksi


b. Ranah Afektif
Kata kerja operasional untuk ranah afektif adalah:
1) Menerima (A.1)
MengikutiMenganutMematuhi, Meminati
2) Merespon (A.2)
Mengompromikan, Menyenangi, Menyambut, Mendukung, Menyetujui, Menampilkan, Melaporkan, Memilih, Mengatakan, Memilah, Menolak
3) Menghargai (A.3)
Mengasumsikan, Meyakini, Meyakinkan, Memperjelas, Memprakarsai, Mengimani, Menekankan, Menyumbang
4) Mengorganisaskan (A.4)
Mengubah, Menata, Mengklasifikasikan, Mengombinasikan, Mempertahankan, Membangun, Membentuk pendapat, Memadukan, Mengelola, Menegosiasi, Merembuk
5) Karakterisasi Menurut Nilai (A.5)
Membiasakan, MengubahperilakuBerakhlak,muliaMempengaruhiMengkualifikasiMelayaniMembuktikanMemecahkan

c. Ranah Psikotomor
Kata kerja operasional untuk ranah psikomotor adalah:
1) Meniru (P.1)
MenyalinMengikutiMereplikasiMengulangiMematuhi
2) Memanipulasi (P.2)
Kembali membuatMembangunMelakukan, Melaksanakan, Menerapkan
3) Melakukan dengan prosedur (P.3)
Menunjukkan,Melengkapi,Menunjukkan, Menyempurnakan, MenyempurnakanMengkalibrasi, Mengendalikan
4) Melakukan dengan baik dan tepat (P.4)
Membangun,Mengatasi,Menggabungkan Koordinat, Mengintegrasikan, Beradaptasi, Mengembangkan,Merumuskan, MemodifikasiMaster
5) Melakuka secara alamiah (P5)
Mendesain, Menentukan, Mengelola, Menciptakan

 Langkah-langkah mengisi Format Pemetaan
Mata Pelajaran
Diisi sesuai dengan mata pelajaran yang diajar, seperti PAI
Kelas/Semester
Diisi sesuai dengan kelas dan semester yang disesuaikan dengan SK dan KD pada Standar Isi, seperti: kelas IX semester 1


Kompetensi Dasar
Ambil pada Standar Isi, sesuai dengan Permendiknas No. 22 Tahun  terbaru 
Tingkatan Ranah KD
Lihat kata kerja opersional (KKO) pada kompetensi dasar, kemudian dicocokkan dengan ranah tingkat berpikir teori bloom dengan tiga ranah yakni kognitif, afektif dan psikomotor.
Contoh: KD pada kelas IX semester 2
11.1 Menjelaskan pengertian takabur, maka tingkatan ranah KD nya C.2

Indikator Pencapaian
Dikembangkan sesuai dengan KD yang ada dengan mengacu pada aturan pembuatan indikator, disesuaikan dengan tingkatan ranah berfikir bloom.
Contoh: Apabila KD berada pada posisi C.2, maka indikator pencapaian disusun berangkat dari C.1 sampai dengan C.2. Apabila indikator pencapaian disusun melebihi dari KD, maka harus dilihat dulu KD berikutnya. Kalau KD berikutnya lebih tinggi, maka indikator pencapaian cukup pada KD tersebut, karena pada KD berikutnya akan dikembangkan pula. Apabila KD-nya berada pada C.2, maka indikator pencapaian boleh sampai pada ranah afektif.
Contoh:
1. Mengenali pengertian takabbur secara bahasa
2. Mengenali pengertian takabbur secara istilah
3. Menjelaskan pengertian takabbur secara bahasa
4. Menjelaskan pengertian takabbur secara istilah
5. Menerima pengertian takabbur

Tingkatan Ranah IPK
Diisi sesuai dengan tingkatan berpikir teori bloom dengan melihat tingkat berpikir dari KD.
Contoh:
1. Mengenali pengertian takabbur secara bahasa (C.1)
2. Mengenali pengertian takabbur secara istilah (C.1)
3. Menjelaskan pengertian takabbur secara bahasa (C.2)
4. Menjelaskan pengertian takabbur secara istilah (C.2)
5. Menerima pengertian takabbur (A.1)

Materi Pokok
Cara membuat Materi Pokok, dimabil dari KD. Pada KD terdiri dari dua unsur yakni Kata Kerja dan Kata Benda. Kata Benda pada KD dijadikan sebagai materi pokok.
Contoh:
KD-nya: Menjelaskan pengertian takabur.
Maka Materi Pokoknya adalah pengertian takabur.
Ruang Lingkup
Sesuai dengan Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, maka ruang lingkup PAI adalah:
1. Al-Qur’an dan Hadis, 2. Aqidah- 3. Akhlak 4. Fiqh 5. Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

Alokasi Waktu
Diisi sesuai dengan perbandingan jumlah minggu efektif dengan jumlah KD yang tersedia pada satu semester.
Contoh: 2 x 40 menit
    
      Contoh Pemetaan Standar Isi PAI SMP
Adapun contoh pemetaan standar isi PAI SMP sebagaimana terlampir.
Dari uraian di atas, pengisian format dalam membuat pemetaan Standar Isi PAI, harus mengacu pada teori bloom dengan tiga ranah, yakni: kognitif, afektif dan psikomotor, sekaligus kata kerja operasional (KKO) yang telah dibuat.

Kata Kerja Operasional (KKO) Teori Bloom 

Penguasaan Kata Kerja Operasional (KKO) oleh guru sangat perlu ketika membuat kisi - kisi soal, pada saat latihan evaluasi, dan dalam ujian penilaian harian (PH), Penilaian Tengah Semester (PTS), dan Penilaian Sekolah (PS). Dalam Proses Belajar Mengajar (PBM), ketika membuat kegiatan latihan dan evaluasi guru harus menguasai KKO sehingga tidak lari dari pada maksud dari tiga (3) Ranah Penilaian tersebut. 


Contoh Pemetaan Standar Isi PAI SMP

Pemetaan Standar Isi (SK - KD) PAI




Pemetaan Standar Isi PAI - Demikian contoh-Pemetaan Standar Isi-Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), kiranya menjadi masukan kepada teman -teman guru. Dalam Pemetaan Standar Isi sewajarnya guru mampu memetakan Standar Isi (SK - KD) berpedoman kepada 3 ranah penilian tersebut, agar mudah dalam melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM).

Catatan; Bahwa sekarang dalam Silabus tidak dicantumkan lagi Standar Kompetensi (SK), Sehingga SK tersebut boleh tidak dituliskan lagi, tapi langsung Kompetensi Dasar (KD). Demikian untuk dimaklumi.

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

 
back to top