Sabtu, 06 Januari 2018

Panduan Gerakan Literasi SD Pdf

Panduan Gerakan Literasi SD Pdf

Panduan Gerakan Literasi SD Pdf


Panduan Gerakan Literasi SD PdfKeterampilan membaca harus dikuasai peserta didik dengan baik sejak dini karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Tingkat internasional, pemahaman membaca tingkat SD dimulai di kelas IV yang diuji oleh Asosiasi Internasional untuk Evaluasi Prestasi Pendidikan atau disingkat dengan IEA-(the International Association for the Evaluation of Educational Achievement) dalam Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) yang dimulai sejak tahun 2001 (secara rutin di lomba tiap lima tahun). Selain itu, PIRLS berkolaborasi dengan Trends in International Mathematics and Science Studies (TIMSS) menguji kemampuan matematika dan sains peserta didik sejak tahun 2011.

Silakan Anda DOWNLOAD file lengkap pada paragraf di bawah ini: 
Pada tahap berikutnya sekolah menengah (usia 15 tahun) pemahaman membaca peserta didik (selain matematika dan sains) diuji oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD—Organization for Economic Cooperation and Development) dalam Programme for International Student Assessment (PISA).

Keterampilan membaca (Literasi) perlu ditanam kepada peserta didik sejak usia dini untuk meraih berbagai ilmu pengetahuan. Hasil membaca (Literasi) akan diji literasi untuk mengukur berbagai aspek seoerti;  memahami, menggunakan, dan merefleksikan hasil membaca dalam bentuk tulisan. Dalam PIRLS 2011 International Results in Reading, Indonesia menduduki peringkat ke-45 dari 48 negara peserta dengan skor 428 dari skor rata-rata 500 (IEA, 2012). Uji literasi membaca dalam PISA 2009,  Indonesia berada pada urutan ke-57 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 493), Pada  PISA 2012 Indonesia berada pada tingkat ke-64 dengan skor 396 (skor ratarata OECD 496) (OECD, 2013). yang berpartisipasi Sebanyak 65 negara pada PISA 2009 dan 2012. Data PIRLS dan PISA, khususnya dalam memahami keterampilan membaca, kita berharap pada tahun mendatang Indonesia dapat meningkat mampu memperbaiki peringkat.

Rendahnya keterampilan membaca membuktikan rendahnya kompetensi dan minat peserta didik terhadap pengetahuan. Dalam hal ini, Praktik pendidikan yang dilaksanakan di sekolah selama ini juga memperlihatkan bahwa sekolah belum berfungsi sebagai organisasi pembelajaran yang menjadikan semua warganya sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Sekolah harus dikembangkan sebagai organisasi pembelajaran, untuk iru, Kemdikbud mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan ini harus secaramenyeluruh bahwa GLS adalah upaya yang melibatkan warga sekolah (para siswa, guru, orang tua /wali murid) dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.

Pengembangan GLS memperkuat gerakan yang dituangkan dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015. GLS dilaksanakan selama 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca untik meningkatkan pengetahuan. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, informasi terbaru dilingkungan sekitar, yang hangat dibicarakan di tingkat nasional, dan persoalan internatsional seseuai dengan tingkat pola pikir peserta didik.

Panduan Gerakan Literasi SD PdfTerobosan GLD  hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Pelibatan orang tua peserta didik dan masyarakat juga menjadi komponen penting dalam GLS.

Silakan DOWNLOAD file Lengkap klik di SINI

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

Be the first to reply!

Posting Komentar

 
back to top