Jumat, 08 September 2017

INSTRUMEN AUDIT KINERJA GURU SERTIFIKASI


INSTRUMEN AUDIT KINERJA GURU SERTIFIKASI

Instrumen Audit Kinerja Guru Sertifikasi - ini merupakan bagian dari Tugas dan Fungsi (Tufoksi) guru. Bahwa Tugas guru adalah; sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Sedangkan, Fungsi guru adalah; 1. Menciptakan situasi dan kondisi pembelajaran, 2. Memotivasi siswa, 3. Membimbing dan mengarahkan, dan 4. Fasilitator terwujutnya proses belajar dan mengajar yang kondusif menyenangkan.  Kompetensi guru terdiri dari; 1. Kompetensi Pedagogik, 2.Kompetensi Kepribadian, 3.Kompetensi Sosial, 4.Kompetensi Profesional. Dalam hal ini, semua tufoksi guru tersebut harus diukur, dinilai dan dibimbing oleh pengawas sekolah atau pengawas mata pelajaran, dengan alat ukur sederhana melalui; Instrumen Audit Kinerja Guru Sertifikasi- seperti dibawah ini.  



Instrumen Audit Kinerja Guru Sertifikasi  

Kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. “Kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya”. id.wikipedia.org/wiki/Kinerja.


http://www.admpembelajaran.com/2017/09/instrumen-audit-kinerja-guru-sertifikasi.html

Tugas guru adalah; 

1.    Merencanakan pembelajaran;
2.    Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu;
3.    Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
4.    Membimbing dan melatih peserta didik / siswa;
5.    Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
6.    Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai; dan
7.    Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan.

Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya :

1.        Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
2.        Menyusun silabus pembelajaran;
3.        Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
4.        Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
5.        Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
6.        Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaaran di kelasnya;
7.        Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
8.        Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;
9.        Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggungjawabnya (khusus guru kelas);
10.    Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah/ madrasah dan nasional;
11.    Membimbing guru pemula dalam program induksi;
12.    Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;
13.    Melaksanakan pengembangan diri
14.    Melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; dan
15.    Melakukan presentasi ilmiah.

Empat kompetensi Guru tersebut terintegrasi dalam Kinerja Guru : . . .
1) Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci setiap subkompetensi dijabarkan menjadi indikator esensial sebagai berikut;

  • Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.
  • Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran memiliki indikator esensial: memahami landasan kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
  • Melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
  • Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial: merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery learning); dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.
  • Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya, memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.
2) Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Secara rinci subkompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai guru; dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
  • Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru.
  • Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
  • Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
  • Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.
3) Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut:

  • Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.
  • Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan.
  • Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
4) Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya. Setiap subkompetensi tersebut memiliki indikator esensial sebagai berikut:

  • Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.
Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. Oleh karena itu, secara utuh sosok kompetensi guru meliputi (a) pengenalan peserta didik secara mendalam; (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (disciplinary content) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (c) penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar, serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan; dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan. Guru yang memiliki kompetensi akan dapat melaksanakan tugasnya secara profesional (Ngainun Naim, 2009:60).

Instrumen Audit Kinerja Guru Sertifikasi - Demikian secara ringkas uraian tentang tufoksi guru dan kinerja guru ini. kiranya menjadi bahan perbandingan guru sertifikasi untuk penguatan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.  

Romeltea Media
Adm Pembelajaran Updated at:

 
back to top